Kategory : Berita Utama | Content Article
Minggu, 28 Oktober, 2012

Ketum KNPI, Baca 5 Butir Maklumat Sumpah Pemuda Bangun Bangsa

AL- Gavriel Ismail - deliknews
Ketum KNPI Taufan Rotorasiko 300x225 Ketum KNPI, Baca 5 Butir Maklumat Sumpah Pemuda Bangun Bangsa

Ketum KNPI (Taufan Rotorasiko)

Jakarta – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan Rotorasiko membacakan 5 (lima) butir maklumat Sumpah Pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012 di Jakarta. Bersama elemen pemuda, mahasiswa, ormas dan Civil Society Organization (SCO) .

Taufan mengajak para pemuda bersatu (bersinergi) untuk membangun bangsa agar Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju.

Adapun 5 (lima) butir maklumat tersebut berbunyi; Pertama, Kami Putra Putri Indonesia bertekad akan terus mempertahankan keberagaman dalam bingkai Persatuan dan Kesatuan sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa : Indonesia.

Kedua, Kami Putra Putri Indonesia bertekad menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila sebagai Ideologi Negara serta Undang Undang Dasar 1945 dari berbagai rongrongan yang ingin memecah belah bangsa, serta menghargai dan menghormati keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika).

Ketiga, Kami Putra Putri Indonesia mengajak seluruh rakyat Indonesia, bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari budaya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), guna membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang bermartabat dan berwibawa.

Keempat, Kami Putra Putri Indonesia mendesak pemerintah dan legislatif untuk merevisi Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan Memiskinkan dan Hukum Mati Para Koruptor, dan menyatakan Koruptor adalah musuh seluruh rakyat Indonesia.

Kelima, Kami Putra Putri Indonesia mengajak para pemimpin bangsa agar memberikan peran yang cukup bagi Generasi Muda diberbagai aspek, guna membawa perubahan dan melahirkan generasi muda bangsa yang tangguh, kokoh, serta berjatidiri.

Menurut Taufan ada dua masalah besar bangsa saat ini yaitu pertama, masalah korupsi yang makin meraja lela serta merusak generasi muda. Maka mengangkat revitalisasi Sumpah Pemuda perangi korupsi sudah tepat. Kedua, masalah globalisasi. Diabat millenium itu para pemuda harus dibekali berbagai kemampuan agar nanti siap menjadi generasi penerus yang tidak hanya bicara “inwork looking” tapi juga “outlook wor king”.

“Saya berharap dengan adanya maklumat ini akan dapat menguatkan semangat kepemudaan untuk dapat bersama-sama membangun bangsa. Kita harus perangi korupsi dan meminta pemerintah meskinkan dan hukum mati para koruptor agar bangsa Indonesia lebih baik lagi kedepan,” tegasnya sambil menambahkan inisiatif Pemuda Pemudi Lira dan Jaring Mahasiswa Lira Indonesia (Mahali) merevitalisasi semangat Sumpah Pemuda merupakan gagasan cerdas. (red)