Selasa, 20 November, 2012 | Kategory : Berita Utama | REGIONAL | TAG : | Content Article

Dituding Sunat Uang Saku Perjalanan Dinas,Ketua DPRD Membantah


gedung dprd tgalek 300x208 Dituding Sunat Uang Saku Perjalanan Dinas,Ketua DPRD MembantahTrenggalek-Ketua DPRD Trenggalek Saniman Akbar Abbas melalui kuasa hukumnya Puji Handi membantah sangkaan pernah menerima dana hasil pemotongan uang saku perjalanan dinas anggota dewan sebesar tiga persen.

“Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa Ketua DPRD melakukan korupsi, karena seluruh dana potongan uang saku anggota dewan itu digunakan untuk kegiatan sosial yang tidak mungkin dianggarkan dalam APBD,” katanya di Trenggalek, Selasa.

Menurutnya, beberapa jenis kegiatan yang mendapatkan kucuran dana tersebut di antaranya acara gerak jalan anggota dewan, pemberian santunan kepada peminta sumbangan, kunjungan anggota dewan yang sakit serta beberapa kegiatan lainnya.

“Sebenarnya ini adalah kesepakatan. Kalau sudah bicara kesepakatan otomatis atas kerelaan masing-masing anggota dewan, sehinga bukan potongan, tapi kenapa dipermasalahkan” ujarnya melalui sambungan telepon.

Menurut Puji, uang potongan kunjungan kerja dari masing-masing anggota DPRD tersebut dikelola secara profesional oleh Kasubbag Tata Usaha Sekretariat DPRD Trenggalek dengan bukti pertanggungjawaban yang lengkap.

“Bukti pengeluarannya itu lengkap dari A sampi Z ada, tapi kami tidak akan membuka secara terang-terangan. Kami tidak ingin mempermalukan pihak-pihak yang telah menerima, tentu tidak enak, karena dana diberikan secara ikhlas,” katanya.

Puji menjelaskan, besaran pemotongan uang saku perjalanan dinas tersebut pada awalnya adalah lima persen, namun setelah salah satu anggota keberatan turun menjadi tiga persen. Ia mengatakan pemotongan itu telah mendapatkan persetujuan dari setiap anggota DPRD Trenggalek dengan dibuktikan tanda tangan pada surat pernyataan kesediaan.

“Tapi memang ada tiga orang anggota dewan yang tidak tanda tangan, yaitu Gino (Sugino Pujdosemito) kemudian Pramono dan Puguh, sebenarnya untuk Gino dan Pramono meyatakan rela, hanya saja tidak mau tanda tangan. Sedangkan Puguh kami belum tahu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Trenggalek, Jawa Timur, Saniman Akbar Abbas, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemotongan uang saku kunjungan kerja anggota dewan sebesar tiga persen per orang.

Dikonfirmasi mengenai peningkatan status Akbar Abbas tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Adianto membenarkan kabar penetapan menjadi tersangka dalam kasus pemotongan uang saku anggota dewan.

Adianto mengaku selain Ketua DPRD, kejaksaan juga telah menetapkan Kasubbag Tata Usaha Sekretariat DPRD Trenggalek, Sulistyowati sebagai tersangka dalam kasus yang sama.(rr)

Update Juga Via @deliknewscom



Berikan Komentar