Tim Investigasi Lira Telusuri Dugaan KKN Kepala BP3TI

Tim Investigasi Lira Telusuri Dugaan KKN Kepala BP3TI

19
0
SHARE
Presiden Lira, H.M Jusuf Rizal

Jakarta – Meski diancam akan disomasi oleh Kepala Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Menko Info, H. Santoso, LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) terus bergerak. Presiden LIRA, HM. Jusuf Rizal bentuk tim investigasi telusuri dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Kepala BP3TI, Santoso dalam proyek USO (Universal Service Obligator) bernilai trilliunan itu.

“Pembentukan tim investigasi ini guna menelusuri penggunaan dana USO selama Menko Info dipimpin Tifatul Sembiring dan Kepala BP3TI selaku Pejabat Pembuat Komitmen. Aroma dugaan KKN tercium jauh, namun selama ini aparat hukum terkesan tidak sungguh-sungguh menanganinya,” tegas Jusuf Rizal menjawab pertanyaan wartawan tentang langkah LIRA menghadapi ancaman somasi Kepala BP3TI, H. Santoso di Jakarta, kemarin.

Dikatakan penggunaan dana USO trilliunan rupiah itu dikelola oleh BP3TI dengan berbagai program seperti Desa Dering, PLIK (Penyedia Layanan Internet Kecamatan), SIMLIK (Sistim Informasi Layanan Internet Kecamatan), M-PLIK (Mobile Penyedia Layanan Internet Kecamatan), Nusantara Internet Exchange (NIX), dll. Selaku Pejabat Pembuat Komitmen H. Santoso bertanggung jawab jika ada masalah dengan pelaksanaan proyek-proyek tersebut.

LIRA, lanjut Jusuf Rizal merasa senang jika seluruh proyek tersebut telah berjalan bagus semua dilapangan seperti yang dikemukakan Kepala BP3TI, H.Santoso kepada media. Berarti itu akan dapat dinikmati masyarakat sebagaimana yang diharapkan. Tapi, jika ternyata dilapangan masih ada masalah atas temuan LIRA, maka LIRA akan “mempolisikan” Kepala BP3TI, H. Santoso karena melakukan “kebohongan”.

Dikatakan dugaan adanya aroma KKN karena beberapa proyek diduga masih bermasalah. Misalnya, Proyek SIMLIK yang dananya mencapai Rp. 240 M menurut investigasi LIRA dikatakan bermasalah. “Jadi bukan hanya PLIK dan M-PLIK. Masih ada Desa Dering yang menelan biaya kurang lebih Rp. 250 M sejak tahun 2007 melalui penunjukan langsung yang dikritisi,” tandas Jusuf Rizal

Jika temuan LIRA tersebut dianggap melanggar hukum, lanjut pria yang dulu membongkar KKN Alkom dan Jarkom Mabes Polri, sebaiknya Kepala BP3TI, H. Santoso melaporkan LIRA kepenegak hukum agar tidak menjadi fitnah. Sebab seringkali jika LSM mengkritisi diasumsikan ada unsur “pemerasan” dll. Dengan demikian hukum akan membuktikan berbagai kasus dugaan KKN ditubuh BP3TI.

Selain menelusiri peran Kepala BP3TI, H. Santoso dalam pengelolaan proyek USO, LIRA juga menelusuri peran Direktur, Dirjen, Staff Ahli hingga kemungkinan adanya peran dari Menko Info serta pihak-pihak terkait. “LIRA akan membantu Kejaksaan Agung menuntaskan adanya dugaan KKN dalam pengelolaan proyek bernilai trilliunan rupiah tersebut,” tandas Jusuf Rizal kemudian.

[GUN ]

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan