Sabtu, 15 Desember, 2012 | Kategory : Berita Utama | TAG : , | Content Article

Korupsi Proyek “SUTET” , Dua Anggota DPRD Grobongan Wajib Lapor


sugiyarno  Korupsi Proyek SUTET , Dua Anggota DPRD Grobongan Wajib Laporagus prastiyos.sos  Korupsi Proyek SUTET , Dua Anggota DPRD Grobongan Wajib LaporGrobongan – Dua Orang Anggota DPRD Kabupaten Grobongan Jateng , Dikenai Wajib Lapor  terkait  kasus dugaan korupsi proyek saluran utama tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 KV Tanjungjati-Purwodadi-Ungaran.

‘‘ kasus tersebut, beberapa waktu lalu kami sudah menetapkan empat nama tersangka, dimana dua diantaranya adalah anggota dewan. Pada pekan lalu keempatnya kami kenakan wajib lapor ke Polres dua kali dalam sepekan, yakni setiap Hari Senin dan Kamis,’‘ kata Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Ngadiyo SH didampingi Kasubag Humas AKP Mukid SH, Jumat (14/12).

Ditambahkan Kasat Reskrim, saat ini tim penyidik Polres Grobogan tengah melengkapi berkas perkara tersebut berdasarkan petunjuk dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwodadi. Pihaknya memastikan pada pekan depan berkas perkara keempat tersangka tersebut akan disampaikan ke kejaksaan, dengan harapan nantinya bisa dinyatakan sudah lengkap (P21).

‘ ‘Paling tidak pekan depan berkas sudah selesai. Kami berharap bisa segera dinyataan lengkap atau P21,’ ‘ terang AKP Ngadiyo.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek SUTET tahun 2005 itu melibatkan dua oknum anggota DPRD Grobogan Sugiyarno dan Agus Prasetyo yang pada saat kejadian bertindak sebagai tim advokasi/LSM. Selain itu juga melibatkan Dwi Wundi Antoro dan Didik Cuk, dimana keduanya adalah rekan Sugiyarno.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan, tim advokasi/LSM yang diketuai tersangka Sugiyarno, mengatasnamakan warga penerima kompensasi proyek SUTET. Dugaan penyimpangan melibatkan oknum orang dalam PT PLN Prokiting Jateng dan DIY. Dalam pelaksanaan pembayaran kompensasi, diduga kuat terjadi kemahalan harga.

Harga kompensasi tanah yang terkena proyek SUTET di Grobogan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 975.K/47/MPE/1999, sebesar Rp 3.600/m2. Namun yang dibayar oleh PT PLN adalah sebesar Rp 6.500/m2. Tim Advokasi/LSM kemudian menerima fee dari warga sebesar Rp 2.750/m2, atau sebesar Rp 3.449.034.530 dari jumlah yang dibayarkan PT PLN kepada warga sebesar Rp 8.516.837.880. Dari jumlah itu, terjadi kemahalan harga sebesar Rp 3.799.819.977.Cp [ Aris / rd-012 ]

 

Update Juga Via @deliknewscom



Berikan Komentar