PWNU : Pilgub Jatim 2013 ,NU Nyatakan Tidak Memihak

PWNU : Pilgub Jatim 2013 ,NU Nyatakan Tidak Memihak

14
0
SHARE
Rapat Pleno PWNU Jatim 300x225 PWNU : Pilgub Jatim 2013 ,NU Nyatakan Tidak MemihakSurabaya – Meski Jadwal Pemilihan Gubernur Jawa Timur semakin dekat tepatnya akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara kelembagaan bersikap tidak memihak menempatkan NU secara bijak, sehingga dampak pilgub tidak memecah persatuan dan tokoh-tokoh NU.

Hal ini seusai rapat pleno PWNU Jatim yang dihadiri gabungan Syuriah,  Tanfidziyah, lembaga, lajnah dan Badan Otonom NU serta Mustasyar dan A’wan hari Rabu, 16 Januari 2013  di kantor PWNU Jatim kemarin ,di Surabaya.

Dalam rapat pleno dari unsur Syuriah tersebut hadir KH Miftachul Akhyar (Rais), KH Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais), KH Syafruddin (Katib), KH Abdul Matin, KH Nuruddin, KH Hasyim Abbas, dan KH Abdurrahman Nafis, KH Farihin dan lainya.

Sedangkan dari Tanfidziah antara lain KH Mutawakkil Alallah (Ketua), H Masyhudi Muchtar (Sekretaris), H A Wahid Asa, KH Jazuli Nur,Prof H Son Haji, H Sholeh Hayat, H Sidiq AR, H Abdi Manaf, H Kikin A Hakim dan H M Thohir dan lainya. Hadir juga Mustasyar KH A Sadid Jauhari,KH Abd Ghofur, Habib Zen Al Kaf.

Kebijakan ini memang sesuai khittah Nahdlatul Ulama yakni sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakat manapun juga.

NU berharap pilgub berjalan demokratis, konstitusional dan mampu membawa jawatimur menjadi lebih baik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi penduduk jatim bersama.

Posisi PWNU Jatim berada pada poisisi nol, tidak memihak, tidak terikat dan tidak mendukung. jelas Norhadi Humas PWNU Jatim kepada deliknews.com kamis , (17/1) .

Namun,menurut dia ” bukan berarti NU Jatim tidak mau tahu persoalan yang sedang bergulir , Tetapi menempatkan NU  sebagai pengayom, penasehat dan pendamping bagi ummat” .

NU Jatim ikut juga menjaga proses politik pemilihan gubernur jatim agar berjalan sesuai dengan etika dan akhlak karimah.

PWNU dan segenap jajarannya disemua jenjeng dan warga NU se Jatim bertekad mensukseskan pilgub Jatim. Secara organisatoris tidak dalam posisi digunakan mendukung atau menolak calon Gubernur dan wakil. Dan yang terpenting PWNU akan mendukung setiap pimpinan daerah yang terpilih secara baik dan sah.

Pigub Jatim sebagai proses politik kenegaraan harus disikapi secara dewasa , cerdas, dan proporsional dengan mengedepankan utuhnya NKRI. Untuk itu, Keutuhan dan kekokohan jamaah NU wajib juga dijaga dan merupakan syarat mutlak yang harus diusahakan dalam menangkal kemungkinan munculnya konflik, khususnya antara warga NU sebagai akibat dari perbedaan aspirasi dalam proses PIlgub Jatim.

PWNU juga menyarankan agar semua lembaga, lajnah dan Banom agar tidak membawa simbol-simbol NU serta pengurus NU terutama jajaran tertinggi syuriah dan tanfidziah agar tidak terlibat dalam dukung mendukung calon. Apabila ada suara yang mendukung calon tertentu yang mengatasnamakan NU,merupakan atas nama pribadi bukan atas nama organisasi.

Karena memang setiap warga Negara Indonesia termasuk warga NU juga mempunyai hak politik yang sama diatur dalam Undang-Undang.  (gun/ye)

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan