Kategory : HUKUM & KRIMINAL | TAG : | Content Article
Kamis, 7 Februari, 2013

Aniaya Security Bandara, Bupati Halbar Akhirnya Jadi Tersangka

AL- Gavriel Ismail - deliknews

Bupati Namto Hui Roba Halbar Malut blur1 234x300 Aniaya Security Bandara, Bupati Halbar Akhirnya Jadi TersangkaTernate – Namto Hui Roba , Bupati Halmahera Barat yang juga Bakal Calon Gubernur Maluku Utara dari Partai PDI-Perjuangan , akhirnya di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengroyokan dan  pengaiayaan , terhadap security bandara babullah Ternate senin(4/2)lalu , penetapan tersebut setelah Polres Kota Ternate melakukan pemeriksaan beberapa  saksi dan  keterangan korban.

Selain bupati Namto , penyidik Polres Ternate juga menetapkan ajudan bupati Haji Tiar ,  sebagai tersangka dalam kasus yang sama , Pemukulan itu terjadi saat gerdus Bupati Halmahera Barat dicurigai membawa Minuman Keras (MIRAS) ketika tiba dari Jakarta dengan menggunakan Pesawat Garuda , Hidayat Adam petugas keamanan bandara yang sengaja akan melakukan pemeriksaan di dalam terminal bandara , di pukul dan dikeroyok oleh Bupati Namto Hui Roba bersama Ajudannya .

Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Ternate, AKP Ronald Sumaja mengatakan, penganiayaan yang diduga dilakukan Bupati Halbar, pihaknya bahkan telah memeriksa korban dan sejumlah saksi.

“Karena buktinya kuat, bupati dan ajudannya resmi ditetapkan sebagai tersangka,” terang Ronald di Mapores Ternate, pada 6 februari kemarin.

Penyidik sudah mengantongi bukti-bukti berupa keterangan saksi yang mengarah keterlibatan Namto.

Rencananya, penyidik Reskrim Polres Ternate akan memanggil Bupati Halmahera Barat , Untuk dilakukan pemeriksaan setelah alat bukti lengkap. Termasuk rekaman CCTV yang di serahkan Pihak bandara ke Polres Ternate sebagai alat bukti pada saat Namto Dan Ajudannya melakukan penganiyayaan.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sebelumnya, Namto dilaporkan oleh Hidayat Adam petugas keamanan Bandara Babullah ke Sentral Pelayanan Kepolisian Polres Kota Ternate, Senin 4 Februari 2013. Namto dan ajudannya diduga melakukan  pengeroyokan dan penganiayaan. Laporan tersebut disertai hasil visum dari rumah sakit.

Hingga saat ini Namto Hui Roba belum bisa dihubungi terkait penetapan dirinya sebagai tersangka. Sementara itu, ajudan bupati Haji Tiar selalu memasang badan dengan mengakui penganiayaan tersebut dilakukan dirinya tanpa melibatkan bupati.

(Arief)

Update Juga Via @deliknewscom