Kategory : Berita Utama | TAG : | Content Article
Rabu, 6 Maret, 2013

Tak Bayar Pajak , Satpol PP Medan Datangi Yumi Restoran & Iga Bakso

AL- Gavriel Ismail - deliknews

tim penegakan perda medan 300x199 Tak Bayar Pajak , Satpol PP Medan Datangi Yumi Restoran & Iga BaksoMedan –  Tim Penegakan Perda Kota Medan kembali turun ke lapangan, Selasa (5/3) kemarin . Kali ini mereka mendatangi  rumah makan Yumi Restoran di Jalan Asia Mega Mas, rumah makan Ayam Kremes di Jalan HM Joni dan  Iga Iga Bakso Jalan Sakti Lubis Medan. Kedatangan tim yang dipimpin langsung Kasatpol PP M Sofian karena  karena dua dari tiga pemilik tempat makan tersebut tidak mendaftarkan berapa nilai pajaknya, sedangkan  yang satu lagi  menunggak pajak sebesar Rp.55.940.000.

Menurut Kabid Pendataan dan Penetapan (Datap) Dinas Pendapatan (Dipenda) Kota Medan Nawawi, adapun kedua pengusaha yang tidak melaporkan berapa nilai pajak usaha yang digelutinya yakni pemilik Yumi Restoran dan Ayam Kremes.  “Kita belum mengetahui berapa nilai pajak mereka, sebab mereka selama ini belum pernah melaporkannya. Karenanya, tim datang  untuk melakukan pendataan,” kata Nawawi.

Tim yang terdiri dari sejumlah pegawai instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), Satpol PP dibantu petugas dari Kejari Medan, Polisi Miiter, Kodim 0201/BS dan Polresta Medan pertama kali mendatangi Yumi Restoran.  Ketika tim tiba, para pekerjanya mengatakan pengusahanya  tidak berada di tempat.

Tak mau gagal, tim pun memutuskan menunggu. Tak lama berselang, Yansen Wijaya selaku pemilik Yumi Restoran akhirnya datang. Setelah Ketua Tim M Sofyan menjelaskan tujuan kedatangan tim, Yansen bersedia mendaftarkan usahanya. Selain itu dia juga menerima tim survei  dari Dispenda  selama 10 hari untuk  nilai potensi pajak yang akan akan dibayarkan sesuai dengan omset perharinya.

Selanjutnya tim bergerak menuju Jalan HM Joni mendatangi rumah makan Ayam Kremes. Kedatangan tim langsung disambut Afreditya Dewisanti S selaku pengusaha.  Sama seperti Yansen, Afreditya pun setuju mendaftarkan usahanya dan selanjutnya dikenakan pajak. Untuk mengetahui berapa besar pajak yang akan dikenakan, tim survey dari Dispenda akan diturunkan melakukan pendataan.

Setelah itu  tim mendatangi Iga Iga Bakso, sebab menurut Nawawi pengusahanya menunggak pajak sebesar Rp.55.940.000. Kepada tim, Eko yang mengaku sebagai pengusaha menyatakan kesediannya untuk membayar tunggakan  dengan menandatangi surat pernyataan. (RIK)