Kategory : Berita Utama | Headline | TAG : | Content Article
Sabtu, 23 Maret, 2013

Dibebankan Rp 25 Juta,Bernard Situmorang Mundur Dari Bakal caleg Partai NasDem

Dinar Putra - deliknews

bernard 300x225 Dibebankan Rp 25 Juta,Bernard Situmorang Mundur Dari  Bakal caleg Partai NasDemMedan – Kebijakan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Medan membebani bakal calon Legislatif (Bacaleg) dengan kontribusi dana minimal Rp 25 juta , menimbulkan reaksi keras .

Politisi Bernard Situmorang SH , yang sudah mendaftar sebagai bakal caleg untuk Dapil III Medan terkejut setelah mengetahui kebijakan yang dinilainya tidak sesuai nilai perjuangan pembaruan yang selalu dikumandangkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

“Dengan berat hati, saya mengundurkan diri. Bukan saja dari pencalonan, tetapi juga dari keanggota Partai NasDem. Sebagai orang yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik, saya menilai kebijakan sangatlah menciderai perjuangan demokrasi dan pembaruan,” ujar Bernad yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris PDI (Partai demokrasi indonesia)  Kota Medan.

Kepada  wartawan di Medan, Jumat (22/3), Dirinya  mengatakan, kalau hanya sekadar uang administrasi pendaftaran itu wajar dan dapat dimaklumi.

Mantan anggota DPRD Medan selama dua periode ini menyatakan, pilihan masuk ke Partai NasDem  justru karena tertarik dengan nilai-nilai restorasi yang selalu dikumandangkan pimpinan partai. Pembebanan ini, menurutnya, tidak sesuai dengan semangat pembaharuan yang seyogiannya harus dijunjung setiap kader di tingkat mana pun.

“Dulu sewaktu saya masih menjadi pimpinan partai, malah kader yang pantas menjadi bakal caleg  tidak  pernah dibebankan kontribusi dana. Malah partailah yang membantu pembiayaan administrasi dan lain-lain sampai kader itu  resmi  menjadi caleg,” ucapnya.

Bernard mengatakan, pengeluaran setiap caleg tidaklah sedikit. Sebelum masa kampanye, cost politik untuk sosialisasi di dapil bisa mencapai ratusan juta rupiah. Apalagi saat masa kampanye tiba.

“Kalau belum apa-apa, secara internal kita sudah dibeban, tentu ini sangat memberatkan dan tidak relevan. Apalagi kita juga  berjuang atas nama partai. Besarnya saya di dapil 3, juga merupakan kebesaran partai. Begitu juga sebaliknya,” sebut Bernard.

Bernard mengaku, sesungguh sangat berat hati menetapkan keputusan ini. Soalnya, jauh-jauh hari secara pribadi dia telah bersosialisasi di kawasan Dapil III Kota Medan. Dia juga meyakini, perjuangan itu akan membuahkan hasil, minimal satu kursi partai Nasdem dari Dapil III Medan untuk DPRD Medan.  “Jika saya jadi caleg, saya yakin itu.”

Dia juga mengungkapkan, sempat membicarakan masalah ini dengan Sekretaris Partai NasDem Sumut, Anhar Monel. Dalam pembicaraan  melalui ponsel itu, Anhar Monel berjanji akan membantu. Namun, dengan tegas Bernard menolak bantuan itu.

“Saya katakan, bukan persoalan uang yang utama, namun nilai pembaruan yang harus dijunjung. Dan kalau saya menerima bantuan itu, sama artinya saya membenarkan pembenanan biaya kepada seluruh bakal caleg Partai NasDem,” tuturnya.

Politisi ini berharap, pengunduran dirinya menjadi pelajaran bagi pimpinan-pimpinan partai agar benar-benar konsisten dengan perjuangan yang diusung. Tidak menjadikan materi sebagai persyaratan utama menjadi caleg, melainkan kapasitas dan ketokohan kader di tengah-tengah masyarakatnya. (RIK/dw)