Kategory : Headline | REGIONAL | TAG : | Content Article
Rabu, 17 April, 2013

Serius tanggap BBM, Bupati Kotabaru Datangi Pertamina Pusat

AL- Gavriel Ismail - deliknews

Subsidi BBM Dalam APBN 2011 Serius tanggap BBM, Bupati Kotabaru Datangi Pertamina PusatKotabaru – Kondisi kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak) baik dengan jenis solar maupun premium yang terjadi di Kabupaten Kotabaru, sehingga menyebakan antrian kendaraan bermotor di SPBU yang beroperasi di wilayah Kotabaru. Hal tersebut mendapatkan perhatian khusus oleh Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani

Akibat kelangkaan itu juga akhirnya masyarakat Kotabaru beberapa waktu yang lalu melakukan demonstrasi damai di depan gedung DPRD Kotabaru untuk menuntut agar masyarakat mudah mendapatkan BBM. Dalam rangka meneruskan aspirasi masyarakat tersebut Irhami bergerak cepat dengan berkomunikasi dan berkoordinasi PT. Pertamina Pusat di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Bertempat di gedung Annex Pertamina Pusat Bupati Kotabaru disambut langsung oleh Vice President Asset Management PT. Pertamina Gathot Harsono untuk mendengarkan pemaparan Pemkab Kotabaru mengenai permasalahan BBM di Kotabaru. Dalam pertemuan tersebut ada 2 poin pokok yang diminta oleh Pemkab Kotabaru sebagai solusi mengatasi permasalahan BBM di Kotabaru yaitu penambahan kuota dan penambahan SPBU yang melayani masyarakat.

“Kotabaru mengharapkan penambahan kuota BBM bersubsidi dan penambahan SPBU untuk melayani kebutuhan masyarakat, untuk mengatasi kebutuhan akan BBM tersebut pemkab Kotabaru mengharapkan agar ada penambahan minimal 3 SPBU yakni 2 di wilayah Pulau Laut dan 1 di wilayah Kabupaten Kotabaru di Pulau Kalimantan sekitar wilayah Pamukan Barat dan Pamukan Utara, tuturnya.

Berdasarkan perhitungan diperoleh data bahwa saat ini kebutuhan BBM di Kabupaten kotabaru untuk konsumsi bensin masih kekurangan 35 KL sedangkan solar 24 KL.

Sementara itu Vice president Asset Management PT. Pertamina, Ghatot Harsono memaparkan akan segera membawa permasalahan penambahan kuota BBM di Kotabaru ke BPH Migas sebagai lembaga yang mengurusi kuota pasokan BBM di Indonesia.

“Permasalahan kuota merupakan wewenang BPH Migas, akan tetapi berkaitan permintaan Kabupaten Kotabaru mengenai penambahan kuota dan penambahan SPBU akan segera di bawa dalam rapat internal Pertamina dengan BPH Migas dan akan memberikan jawaban kepada Pemkab Kotabaru dalam waktu dekat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga pihak PT. Pertamina memaparkan bahwa Kotabaru sudah masuk dalam perencanaan pembangunan kilang minyak Pertamina. “Kotabaru sebenarnya sejak lama masuk perencanaan pembangunan kilang minyak karena perairan Kotabaru merupakan jalur laut internasional dan kedalamannya memungkinkan kapal-kapal besar untuk bersandar,” tambahnya.

Mendengarkan informasi tersebut Irhami menyambut baik rencana pembangunan kilang minyak di Kabupaten Kotabaru. “Segera saya akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar mempersiapkan syarat-syarat untuk pembangunan kilang minyak di Kotabaru,” jelas Irhami.

Dengan adanya pembangunan kilang minyak tidak hanya akan memudahkan masyarakat Kotabaru mendapatkan distribusi BBM yang cukup tetapi juga akan meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat serta membuka lapangan kerja baru dalam jumlah yang signifikan untuk masyarakat Bumi Sa-Ijaan.

“Mudah-mudahan saja apa yang menjadi harapan semua masyarakat dan Pemerintah Daerah bisa tercapai dengan perencanaan dari Pertamina tersebut,” pungkasnya.(Her)