Kategory : Opini | Content Article
Rabu, 24 April, 2013
Oleh : Noercholish Rustam

OPINI : Pilkada Maluku Utara , Untuk Rakyat

AL- Gavriel Ismail - deliknews

Nurcholis OPINI : Pilkada Maluku Utara , Untuk RakyatDINAMIKA politik Maluku Utara akan mencapai puncaknya pada 1 juli 2013 tapi jauh sebelumnya masyarakat sudah disuguhi drama kolosial yang dibingkai secara halus berupa issu dan wacana bahkan ada gerakan-gerakan yang secara tidak langsung dapat memicu sesama bakal  calon.

Tingkat elektabilitas setiap tokoh sampai pada partai menjadi taruhan untuk menduduki kursi orang nomor 1 di Maluku Utara, tak heran jika ada kelompok ataupun faksi-faksi penentang yang bermunculan untuk meneriakam aspirasi atas nama rakyat, dengan dasar bahwa ada kepentingan-kepentingan terselubung yang diselipkan oleh setiap bakal calon dalam bertarung di pemilihan gubernur kali ini. Penguatan dasar tersebut diantaranya adalah kasus korupsi, keterbatasan SDM dan berbagai masalah lainnya yang kemudian dijadikan senjata untuk melawan “kedzoliman”.

Sejatinya agenda Pemilihan Gubernur Maluku Utara kedepan ini tidak bisa lepas dari upaya penguatan, partisipasi dan kemandirian rakyat lewat proses-proses yang demokratis.

Catatan ini penting mengingat karakter dan kemampuan berdemokrasi rakyat masih sangat lemah, sementara secara factual, rakyat sebenarnya hidup di ruang yang sangat terbuka. Persoalan mendasar adalah rakyat hidup di tengah demokratisasi yang mulai terbuka lebar pasca lengsernya rezim Orde Baru yang kemudian diiringi oleh kebebasan partisipasi yang luar biasa, akan tetapi belum diiringi oleh kematangan mental dan sikap dalam berdemokrasi. Kebebasan berpolitik, tidak ditopang oleh rasionalitas, daya kritis, dan kemandirian berpikir dan bersikap.

Hal ini sendiri dapat memicu resistensi sesama pendukung ataupun loyalis dari bakal calon, tak bisa dipungkuri ketika memory Pilgub tahun 2008-2009 masih membekas di masyarakat.

Konsepsi tentang Pemilukada yang aman, damai, dan bersih perlu diaplikasikan secara saksama, dan masyarakat akan merasa bahwa suara mereka menjadi terwakilkan dengan adanya keterbukaan dari setiap aktor di Pilgub nanti. Harapan supaya pemilihan Gubernur Maluku Utara tahun 2013 ini menjadi suatu momentum politik dalam menggerakan pembangunan di Maluku Utara kedepan yang lebih baik adalah tujuan mutlak dan sebagai suatu keharusan bagi elite politik dalam mensejahterkan rakyat.

Dan melalui momentum ini, masyarakat diharapkan mampu berpikir bijak dalam menentukan siapa pemimpin terbaik untuk lima tahun kedepan, yang mampu mengakomudir seluruh seluruh kepentingan rakyat.

Selanjutnya tanyakan kepada mereka tentang prestasi, reputasi, dedikasi serta kapasitas demi kesejahteraan, keadilan dan kedamaian bagi masyarakat Maluku Utara sebagai pihak yang mendaulat mereka untuk memimpin, tinggalkan identitas kesukuan yang melekat pada diri mereka karena kesadaran etnis yang kita miliki adalah socio nasionalisme, kekuatan rakyat untuk memilih siapa pun yang memiliki “ profesionalisme “ kepemimpinan. Maka kita akan memilih dengan cerdas untuk Daerah ini .

Sudah saatnya kesejahteraan itu hadir, bukan lagi sebatas wacana yang didengungkan, dan bukan lagi sebatas konsep. Sambut perubahan itu dengan sebuah kemenangan yang ditentukan oleh rakyat, bukan oleh siapa-siapa.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta