Kategory : HOT TOPIK | Surabaya | Content Article
Minggu, 28 April, 2013

Proyek Jembatan timbang di Jawa Timur , Jadi Sapi Perah

sonny haryadi - deliknews

proyek jembatan timbang jatim 440x280 Proyek Jembatan timbang di Jawa Timur , Jadi Sapi PerahSurabaya – Proyek Jembatan timbang milik Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2012 ,  patut dipertanyakan . Pasalnya , pembangunan, rehab sarana dan prasarana yang memakan duit Negara itu , kini menyisakan masalah.

Seperti pada proyek pembangunan dan rehab di jembatan timbang Guyangan-Nganjuk,  Jembatan timbang  (JT), JT Deket-Kab.Lamongan dan  JT Rejoso-Kab.Pasuruan , banyak ditemukan berbagai  penyimpangan .

Dugaan tersebut , muncul saat tim deliknews.com melakukan penelusuran di lapangan , berdasarkan Informasi yang diterima , berbagai persoalan mengenai kejanggalan proyek tersebut  pun terlihat , hal itu dilakukan  untuk memuluskan penambahan pundi-pundi pribadi oknum tertentu.

Dugaan sementara , proyek rehab jembatan timbang milik DLLAJ Pemprov jatim tersebut berbau korupsi dan gratifikasi , seperti pada mengurangi ketebalan aspal beton (AC) yang  seharusnya 6 cm , fakta dilapangan kurang dari 6cm, untuk penyimpangan besi ,  ukuran besi 13 mm namun dipasang dengan ukuran 12 mm .

Fakta lain mengenai kecurangan proyek tersebut juga mengenai specifikasi Besi , karena ukuran pada besi tertulis SNI, lalu ukurannya dan tulisan embos (timbul),  sangat sulit menentukan besi yang digunakan sesuai dengan spek atau tidak.

Kecurangan yang dibuat pelaksana proyek tersebut cukup rapi , bahkan besi pun di akali . Alih-alih dengan  hasil Specifikasi Besi , walhasil ketika melalui uji meteran , seluruh besi tidak berbunyi sama dengan  yang tertulis di embos tadi diduga  kuat besi tersebut SNI palsu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DISHUB & LLAJ Prop. Jatim, M Chisjqiel, A.Ma.PKB., ST. Saat dimintai konfimasi terkait proyek rehab tersebut , Ia mengatakan “Alat yang digunakan saat mengecek tidak sesuai karena tingkat keakuratannya patut dipertanyakan, gps aja lain merek maka akan berbeda”, ujar Chisjqiel .

Namun Chisjqiel tidak berkomentar ketika disinggung akan melakukan compare (uji keakuratan dengan menggunakan besi SNI asli).

Sementara itu , Reynaldi dari LSM LKPK pun menyikapi dengan geram persoalan ini , ”Perilaku pejabat berlabel ‘Kerah putih’ amat mudah mendeteksinya, sudah jelas proyek yang sudah ada  sampel bukan satu atau dua lokasi tapi berkelit yang menjadi jurus andalannya selalu diucapkan dengan nada sedikit tidak tahu ataupun berpura-pura tidak bersalah.

memang bukan tugas jurnalis memvonis ataupun menghakimi benar atau tidaknya penyimpangan pada proyek tersebut, namun akan berbeda ketika permasalahan tersebut yang menanyakan penyidik dari kejaksaan.kata dia

Dia menambahkan ,  Proyek JTyang diduga kuat menjadi sapi perah oknum DISHUB & LLAJ. maka LSM nya menantang akan melakukan somasi dan menggiringnya kejalur hukum apabila data dan bukti cukup ”, ujar Reynaldi sedikit geram.

(carlo/red-0410)