Jumat, 10 Mei, 2013 | Kategory : Headline | MALUT | Regional Timur | TAG : | Content Article

Jembatan Patah Di Ruas Jalan Strategis Nasional Maluku Utara


Copy of IMG 20130422 01317 361x280 Jembatan Patah Di Ruas Jalan Strategis Nasional Maluku UtaraHaltim- Jembatan Kali Gau di ruas jalan Subaim-Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Provinsi Maluku Utara, nyaris ambruk. Jembatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Haltim sekitar 2004 lalu, mengalami patahan serius.

Tidak ada korban jiwa, namun satu mobil truk kemudian terseret deras sungai, karena spekulasi pengemudi melintasi Sungai Kali Gau. “Selain itu, ada sebuah motor bersama pengendaranya hampir terserunduk ke sungai, saat melewati jembatan,” kisah warga, kepada Deliknews.com, bersama inverstigator LSM Deteksi Maluku Utara, Suryanto Machmud, saat berkunjung kelokasi, pekan lalu. Informasi yang dihimpun, sejak dua tahun keberadaan jembatan tersebut menghawatirkan untuk dilewati.

Penjelasan singkat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku Utara, Iwan Herlambang, ST, bahwa jembatan yang rusak itu akan direhab total. “Kemarin jembatan tersebut dibuat oleh dinas PU Kabupaten Halmahera Timur. Sekarang akan dikerjakan PU Provinsi,” katanya.

Untuk penanganan kegiatan pekerjaan tahap satu, dianggarkan sebesar 4 miliar lebih dari APBN 2013, dan selanjutnya sampai selesai. “Desain kerjanya sedang kami lakukan, menyusul tahapan proses tendernya sudah rampung,” tutur Iwan.

Sementara pihak LSM Deteksi, tetap melakukan pendataan kasus dugaan pelanggaran konsruksi, atas proyek jembatan Kali Gau. “Itu proyek yang dibiayai dengan uang Negara. Warga bukan anak cengeng, ketika mainannya jatuh dan pecah, kemudian cepat-cepat diganti mainannya, agar cengengesan anak tadi bisa diam, lalu kegirangan. Saya kira tidak demikian,” Kata Suryanto, selaku Devisi Investigasi LSM Deteksi.

Jembatan Kali Gau merupakan salah satu sarana penghubung jalan, di ruas jalan strategis nasional di Kabupaten Haltim, diasumsikan terjadi kesalahan konstruksi awal. Pondasi dasar (Abutment) jembatan tersebut terperosok di atas daya dukung tanah dasar sungai yang tidak maksimal. Sementara gelagar tembok di bawah jembatan nahas itu, hanya memiliki tiga bentangan. Akibatnya, dari konstruksi sebagian jembatan tersebut mengalami kemiringan sekitar 30 derajat.

(Tox/wt).

Update Juga Via @deliknewscom



Berikan Komentar