Selasa, 21 Mei, 2013 | Kategory : REGIONAL | TAG : | Content Article

PT Thiess Belum Berikan Kejelasan Soal Nasib Karyawan


 PT Thiess Belum Berikan Kejelasan Soal Nasib KaryawanKotabaru -Sudah hampir satu bulan nasib karyawan PT.Thiess belum ada kejelasan sampai kapan mereka di rumahkan terhitung dari tanggal 2 Mei 2013 sampai sekarang, para pekerja PT. Thiess, salah satu kontraktor terbesar di PT Arutmin Indonesia (AI).  Sumber deliknews di lapangan menyebutkan, perusahaan asal Australia yang beroprasi di wilayah Site Senakin ini merumahkan 1500 karyawannya yang bekerja di tambang Site Senakin Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru.

“Pekerjanya sekarang para karyawan yang di rumahkan sebagian ada yang bertahan di Desa Geronggang  dan ada yang pulang ke daerahnya masing masing sambil menunggu info kelanjutanya, tapi rata rata karyawan yang bertahan merupakan karyawan lokal, ya kami takut juga kalau tidak dipekerjakan lagi,  tapi apa boleh buat lagi bagi kami karyawan lokal ya kembali lagi bekerja seperti dulu sebagai petani, dan bagi kami karyawan pendatang yang masih bertahan di sini untuk menghabiskan waktu  yaitu dengan memancing di telaga dan di sungai Geronggang untuk mengisi waktu sambil menunggu kabar dari PT. Thiess” ujar sumber yang tidak mau disebut namanya.

Mereka pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, tapi sekarang sudah hampir 1 bulan belum ada titik terangnya. Ya mudah mudahanlah tidak lama lagi akan normal seperti awal sehingga kami bisa bekerja lagi seperti semula. Mengenai penyebabnya, pengakuan karyawan Bagian Administrasi PT. Thiess  mengaku juga tidak tahu.

“Dan saya juga tidak punya wewenang dan kapasitas untuk menjawab pertanyaan itu, karena pekerjaan saya di bagian administrasi saja. seperti mengantar surat surat dan sebagainya,” jelasnya.

Adapun sumber deliknews.com di Lapangan menyebutkan, mereka yang dirumahkan sejak 2 Mei lalu. “Kalau dengar kabarnya,  perusahaan nombok untuk bayar gaji kami. Nah, karena Arutmin belum bayar hutang, sementara anggaran Thiess menipis, makanya kami dirumahkan,” ujarnya.

Hasil penelusuran deliknews.com, di duga hal ini berkaitan dengan gugatan PT. Thiess kepada kelompok usaha Bakrie.  Seperti yang diberitakan situs online The Indonesianway, 9 April 2013, PT. Thiess mengajukan gugatan kepada PT. Arutmin Indonesia senilai US$8,5 juta (Rp81,6 miliar). Gugatan ini terkait dengan dana siaga (standby cost) di proyek anak usaha PT. Bumi Resources Tbk, yaitu PT. Arutmin Site Senakin.

Pada awalnya, PT. Thiess mengajukan gugatan senilai US$165 juta (Rp1,5 triliun). Namun kelompok usaha Bakrie hanya membayar US$54 juta (Rp518 miliar) sebagai tuntutan balasan karena mengalami  penurunan produksi batubara.  Kabarnya, kedua perusahaan ini sedang berdiskusi mengenai sengketa ini dan belum diketahui apa kesepakatan antara kedua belah pihak.
Sementara itu, HRD PT. Thiess Site Senakin, Riyadi membenarkan adanya instruksi dari atasan di kantor pusat perusahaan di Jakarta, untuk merumahkan seluruh karyawan. “Kami hanya dapat informasi itu. Kalau hal lain menyangkut latar belakang, konfirmasi saja ke kantor pusat,” terangnya, (19/5).

Sementara dia mengaku, semua gaji karyawan sebelumnya tetap dibayar. Jadi tidak benar, isu yang mengatakan kalau Thiess tidak membayar gaji karyawannya.

Terpisah,  External Affairs PT. Arutmin Indonesia Zainuddin JR Lubis ketika dihubungi masalah ini, mengaku belum bisa berkomentar, ujarnya.

(Her)

Update Juga Via @deliknewscom



Berikan Komentar