Kategory : Surabaya | Surat Pembaca | Content Article
Jumat, 19 Juli, 2013

Kantor Pos Sidoarjo Monopoli Fasilitas Publik

AL- Gavriel Ismail - deliknews

kantor pos sidoarjo 373x280 Kantor Pos Sidoarjo Monopoli Fasilitas PublikSidoarjo – Pelayanan terbaik dan maksimal gencar didengungkan oleh PT. Pos Indonesia, perkembangan kemajuan teknologi pun menuntut kecepatan dalam pelayanan hingga kebijakan pemerintah memaksa transformasi ditubuh  PT. Pos Indonesia.

Dahulu masyarakat kekantor pos hanya mengurus surat,namun saat ini masyarakat dapat menikmati pelayanan financial via kantor pos. Pembayaran rekening telpon, listrik, cicilan kendaraan dan lain sebagainya. Transformasi tersebut menjadi salah satu unggulan pelayanan PT. Pos saat ini.

Amat disayangkan jika tidak diiringi dengan manajemen dan disiplin yang kuat, seperti yang dialami salah seorang masyarakat Candi Sidoarjo  pada Tanggal 5/7 lalu.Pria yang tak mau disebutkan namanya ini, merasakan adanya monopoli fasilitas publik di kantor Pos Sidoarjo 61200.

Ketika memasuki ruang loket pelayanan tampak banyak kerumunan orang, seorang petugas pintu pun mengarahkano rang untuk mengambil nomer antrian padahal untuk mengirim surat atau paket biasanya cukup dengan menaruh surat / paket tersebut diatas keranjang merah yang telah disediakan,  lalu petugas akan memanggil nama si pengirim.

Petugas pun menjelaskan, “kali ini tetap harus mengambil antrian sama dengan yang mau menarik BLSM dari pemerintah”, ujarnya dengan tegas.  Terpaksa pun mengambil nomer antrian, lebih dua jam baru dipanggil nomer antriannya.

Fasilitas PT. Pos untuk memanjakan masyarakat saat mengantri patut diapresiasi, 6 unit perangkat computer komplit dengan fasilitas internet disediakan bagi masyarakat, saat antri 2 jam itulah deliknews  memanfaatkan fasilitas tersebut.  Beberapa hari kemudian ketika kembali ke kantor pos Sidoarjo 61200, guna mengirim surat, sambil mengantri berniat menggunakan fasilitas internet ternyata seluruh perangkat telah dipasangi password alias tidak bisa digunakan.

Parahnya lagi beberapa unit digunakan untuk kebutuhan perbankan, dengan produk Batara pos dengan enaknya menggunakan fasilitas tersebut dengan meletakkan unit printer guna kebutuhan aplikasinya.

Dari laporan tersebut , 2 petugas wanita dengan arogan berpura – pura tidak peduli membuang muka saat wartawan mengambil gambar. Menurut LPKSM (lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat) Independent, Wiwit Harti, SH mengatakan, “Fasilitas yang diperuntukkan masyarakat tidak bisa digunakan untuk lainnya, jelas pelanggaran telah terjadi, jika benar fasilitas tersebut disediakan oleh Kominfo ada baiknya diklarifikasi peruntukkannya. Pihak kami siap membantu memfasilitasi permasalahan ini,  pelayanan buruk PT.Pos Sidoarjo perlu ditindak, untuk masyarakat prioritas pertama kami layani, dalam waktu dekat akan kami kroscek permasalahan ini”, ujar Wiwit dikantor LPK kawasan lingkar timur Sidoarjo.

(carlo)