Kategory : NEWS SLIDE | Regional Timur | TAG : | Content Article

Disinyalir Tidak Miliki Amdal,Proyek Timbunan di Ternate Menuai Masalah

AL- Gavriel Ismail , Minggu, 15 September, 2013


 Disinyalir Tidak Miliki Amdal,Proyek Timbunan di Ternate Menuai MasalahTernate – Penyiapan lahan seluas lebih dari 11 ribu meter persegi di Kelurahan Salero, kawasan pelabuhan dodoku ali Ternate, oleh Pemerintah Kota Ternate, disinyalir tidak mengindahkan dokumen lingkungan serta dokumen penyiapan lingkungan (Sejenis Amdal).

Sedianya Pemerintah menyusun dokumen itu atau meminta pada pihak ketiga untuk menyediakan lebih dulu. Bila kewajiban ini dilanggar, maka pihak terkait atas segala bentuk kebijakan yang ditimbulkan dari rekayasa lingkungan, dapat ditindak secara hukum yang berlaku.

Demikian diisyaratkan Deputi Analasis Proyek, dari LSM Pemantau Proyek Publik Maluku Utara, Abd. Halim Pakaya, di Ternate, melalui kontak deliknews.com, Sabtu (14/9).

“Undang – undang 32 Tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, diberlakukan bagi warga yang ada di Republik ini, tanpa pengecualian. Ini wajib, jika tidak maka bisa dipidanakan,” tegasnya.

Hal itu juga diselalkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Ternate, Nulzuludin Syah, dari berbagai bentuk kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Ternate, atas sejumlah proyek, namun tidak disertai dokumen lingkungan.

“Telah kami tanyakan ihwal sejumlah proyek,Namanya suatu kegiatan proyek yang sudah bersinggungan dengan sebuah pergeseran struktur lingkungan, pasti ada dokumen lingkungan atau sejenis AMDAL,” kata Halim, memaknai penuturan Kepala BLH.

Dari informasi yang dihimpun, proyek penimbunan miliaran Rupih tersebut, hanya dilaksanakan di atas dasar kesepakatan pihak Pemkot dan kesultanan Ternate tanpa administrasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, proyek timbunan di kawasan dodoku ali, tepi pantai depan Keraton Sultan Ternate, yang dilaksanakan kegiatan pekerjaan oleh pihak ketiga, diduga telah secara sengaja menyembunyikan miliaran Rupiah APBD, redup bersama ribuan kubil tanah dan bebatuan pegunungan Gamalama.

Pantauan belum lama ini, selain nominal anggaran tidak tertulis pada papan proyek, kejelasan siapa kontraktornya, menuai pertanyaan.

Kabid Bangunan dan Konstruksi Dinas PU Kota Ternate, Abdurahman Hairun, diam saat ditanya terkait siapa pihak ketiga atau kontraktor. Sebab di papan proyek, selaku pelaksana, tertulis CV. Bangun Karya. “Saya yang kerjakan itu. Anggarannya satu miliar,” jawab Direktur PT. Intimkara, Budi Liem.  (Tox)

 

Update Juga Via @deliknewscom