Kategory : Berita Utama | Regional Timur | TAG : | Content Article

Kesultanan Ternate Diperebutkan,Keluarga Menolak Permaisuri dan Sultan Muda

Syarifuddin Paturusi - Ternate, Malut , Senin, 23 September, 2013


 Kesultanan Ternate Diperebutkan,Keluarga Menolak Permaisuri dan Sultan MudaTernate – Konflik internal kesultanan Ternate Maluku Utara,kian diperdebatkan. Pasalnya keluarga besar Sultan Ternate sebelumnya Drs.Hi Mudafar Sjah menolak penobatan Sultan Muda sebagai penerus tahta kerajaan ternate dan penyerahan mandat kepada permaisuri Boki Nita Budi Sushanti.

Dalam keterangan Pers, yang diadakan di Ternate minggu (22/9) petang , keluarga Mudafar Sjah antaranya anak dari Istri sebelumnya dengan tegas tidak akan menerima keputusan Sultan terhadap surat wasiatnya.

Dalam penolakan itu, muncul beberapa Poin penting untuk merubah wasita Sultan ntara lain bahwa jabatan kolano adalah sakral, figurnya sebagai tubaddulrasul sehingga selain dituntut kesempurnaan juriat, juga harus menguasai ilmu sebagai alam ma kolano. Dan Kesultanan Ternate hanya menjunjung tinggi seorang kolano, tidak ada sebutan ratu apalagi menjalankan tugas, hak dan kewajiban kolano.

Poin lainnya menegaskan keluarga besar anak cucu Kesultanan Ternate, menolak penyerahan mandat kepada Boki Nitha untuk menggantikan tugas dan tanggung jawab kolano.

Sementara itu, Iskandar M Djae yang didampingi kakak dana adik kandung Sultan Mudaffar Sjah,  menjelaskan proses pemilihan dan penetapan sultan/kolano, dipilih dan diberhentikan melalui rapat dewan Bobato Delapan Belas. “Kesultanan Ternate tidak mengenal putra mahkota dan sebutan ratu, hal ini yang mau kami luruskan,”tegasnya.

Iskandar menambahkan, penunjukkan Boki Nita sebagai pegganti sultan sambil menunggu putra mahkota dewasa sebagaimana tertuang dalam surat wasiat sultan, adalah keputusan yang menyalahi aturan. Pada tahun 1660 sultan ke- 29 Mudaffar I saat diangkat menjadi sultan umurnya baru 15 tahun. Selain itu, dalam kepemimpinannya,dia dibantu 8 bobato yang dikepalai jogugu dan kapita lao.

Sementara Effendi Sjah, meminta kakaknya Mudaffar Sjah mengikuti apa yang telah ditetapkan leluhur mereka.

Salah satu anak sultan menambahkan mereka meragukan keabsahan putra kembar yang diangkat menjadi sultan muda, sebab selama ini mereka tak pernah melihat Boki Nita hamil. “Kami minta tes DNA saja. Kami sudah sampaikan kepada Boki agar melakukan tes ini, namun dia marah dan menoak ajakan tersebut.

Anak sultan lainnya Nulzuluddin, mengakui keluarga besar mereka tak pernah berdiskusi atau membicarakan siapa yang akan menjadi sultan. Bahkan ia dengan tegas mengancam akan mellaporkan istri sultan Boki Nita Susanti ke Mabes Polri karena dinilai melakukan pembohongan terhadap masyarakat Maluku Utara dan Langkah sultan melakukan penobatan sultan muda tersebut dibawa tekanan Boki Nita Susanti.

Diketahui, Sultan Ternate Mudafar Syah sendiri memiliki tuju anak laki-laki dan empat anak perempuan dari tiga istri yang berbeda. Bersama istinya yang terakhir Boki Nita Susanti Mudafar Syah dikaruniai dua anak perempuan dan dua anak kali-laki kembar.

Sebelumnya, permaisuri Boki Nita Susanti memastikan putranya yang bernama Ali Mohammad mengantikan Mudafar Syah sebagai Sultan Ternate ke-49. Sementara itu, Gajah Mada dipersiapkan menjadi pemimpin yang mengatur pemerintahan di nusantara (Indonesia). “Yang kakaknya (Ali Mohamad) akan menjadi  kolano. Sementara yang adik (Gajah Mada) akan dikirim ke Jawa untuk mengatur sistem pemerintahan berdasarkan Goheba dopolo romdidi,”kata Boki.

Permaisuri juga mengaku langkah cepat itu dilakukan sultan untuk penobatan sultan muda agar tidak menimbulkan perang saudara dikemudian hari.” Kan disolo pernah terjadi perang saudara merebut tahta kekuasaan di kesultanan, jadi di Ternate sendiri harus cepat mengambil langkah-langkah cepat agar tidak seperti di kesultanan Solo, “tambahanya. (@arief)

Update Juga Via @deliknewscom