Kategory : NEWS SLIDE | Regional Timur | Content Article
Senin, 23 September, 2013

Konflik Kesultanan Ternate Memanas, Sultan Muda Diragukan

Syarifuddin Paturusi - Ternate, Malut - deliknews

sultan ternate dan boki nita 5 188x280 Konflik Kesultanan Ternate Memanas, Sultan Muda DiragukanTernate – Kisruh perebutan tahta di Kesultanan Ternate Maluku Utara (Malut) kini mendadak memanas.

Di internal keluarga  kesultanan Ternate, masyarakat adat, sejumlah kerabat dan anak Sultan Mudaffar Sjah memprotes penobatan putra kembar sultan Mudafar Syah sebagai Kolano Madoru atau sultan muda. Mereka mengancam akan meloporkan permaisuri sultan ke Mabes Polri.

Keluarga besar Kesultanan Ternate mengakui jika penobatan dua anak kembar sultan Mudafar yang baru berusia tiga bulan, yakni Ali Muhammad tajul Mulk Putera Mudafar Syah, dengan gelar kolano maduru, yang dinobatkan sebagai sultan Ternate ke 49, adalah bentuk pembohongan pubik.

Anak-anak dari sultan sendiri meragukan status putra kembar yang dilahirkan permaisuri Boki Nita Budhi Susanti tersebut. Bahkan mereka meragukan dua bayi kembar tersebut sebagai anak kandung Sultan Mudafar Syah.

Hal ini disampaikan kerabat dan keturunan sultan secara terbuka lewat konferensi pers di Karaton Ici (kediaman keluarga kesultanan) Kelurahan Soa Sio, Ternate.

Dalam keterangan persnya , kerabat Sultan menolak wasiat Mudaffar Sjah yang memberikan wewenang penuh kepada permaisurinya Boki Nita Budhi Susanti untuk memegang tampuk kesultanan jika Mudaffar Sjah berhalangan tetap atau mangkat.

Pada kesempatan itu, Farida A Sjah putri tertua Mudafar Syah menyampaikan pernyataan sikap yang ditandatangani keluarga besar kesultanan.

Pernyataan sikap tersebut,  pada intinya menyelamatkan Kesultanan Ternate dari Rekayasa.

Sementara itu Boki Nita Budi Susanti, Permaisuri Kesultanan Ternate yang dihubungi, minggu Malam (22/9) enggan berkomentar terkait persilisihan yang terjadi di Internal kesultanan Ternate.

“Saya secara pribadi tidak akan tanggapi,karna kami anggap ini internal kami dan lagi pula sudah selesai penobatan”ujar Boki Nita

Permaisuri, yang juga anggota DPR-RI itu hanya menuturkan jika “Sultan berkedudukan lebih tinggi dari anak-anak yang tidak puas dengan penobatan itu, juga orang-orang yang ikut komentar”

Hendaknya, dianalisa secara Logika dan kesantunan. Lebih jelas kata Boki, Apakah saya hubungi dengan Hukum Soa-Sio agar mendapatkan penjelasan langsung, karna besok (Hari ini-red) Senin (23/9) para perangkat adat akan berkumpul. Ujarnya

(Arif/ErRis)