Tuntut Revisi Perda Tembakau, PMII Demo DPRD

Tuntut Revisi Perda Tembakau, PMII Demo DPRD

20
0
SHARE

IMG00379 20131002 1033 384x288 Tuntut Revisi Perda Tembakau, PMII Demo DPRDPamekasan – Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan, Rabu siang (2/10/13) melakukan aksi demontrasi di gedung DPRD Kabupaten Pamekasan.

Mereka yang sebelumnya melakukan longmarch dari monumen arek lancor menuju gedung DPRD langsung menyuarakan orasinya terkait tata kelola tembakau yang dinilai tak berpihak pada petani.

Untuk itu, Sidik ketua PMII Pamekasan dalam orasinya meminta DPRD Pamekasan untuk segera melakukan revisi Perda No. 6 Tahun 2008 tentang tata usaha niaga Tembakau karena dinilai belum berpihak pada petani dan belum memuat soal standart harga.

Tidak hanya itu, sidik juga meminta bupati segera melakukan pemanggilan terhadap perwakilan pabrikan, dan meminta bupati segera menetapkan standart harga tembakau.

Namun dalam aksi tersebut, para pendemo tidak ditemui komisi A yang membidangi hal tersebut. Pendemo yang kecewa sempat melakukan aksi saling dorong dengan petugas karena ingin menemui anggota komisi yang diinginkan.

Setelah melakukan negosiasi dengan petugas, perwakilan pendemo diberikan izin untuk melakukan pengeceken ke dalam ruang DPRD.

Pantauan deliknews.com yang mengikuti pengecekan tersebut, tampak ruang komisi A kosong, bahkan Pendemo mengecek hingga ke kamar mandi.

Karena tidak ada, pendemo langsung menuju ke ruang sekretaris Dewan dan hendak melakukan pengecekan surat perjalanan dinas karena menurut informasi anggota dewan yang lain, sebagian anggota komisi A sedang ke luar kota.

Tak mendapatkan surat yang dimaksud, pendemo yang melihat ketua DPRD sedang berada di rauangannya, meminta ketua DPRD untuk menemui pendemo.

Ketua DPRD Pamekasan, Halili kepada pendemo membenarkan bahwa anggota komisi A sedang ke luar kota. Terkait revisi Perda halili meminta mahasiswa untuk ikut serta merevisi Perda tesebut kalau dinilai tidak memihak pada petani.

“Mari kita rumuskan bersama, kita diskusikan bersama, kita bahas bersama, agar supaya nanti Perda tersebut betul-betul berpihak pada rakyat” ungkap halili.

senada dengan Halili, ketua Komisi B Husnan Achmadi mengatakan, bahwa pihaknya sudah berinisiatif untuk merevisi perda tersebut, bahkan pihaknya berncana untuk menggabungkan dengan perda terkait.

“Ada tiga perda yang akan kita gabung, yaitu perda No. 6 tahun 2008 tentang tata niaga tembakau, kemudian perda No. 24 tahun 2008 tentang budidaya dan kemitraan tembakaun, kemudian perda No. 3 tahun 2002 tentang pengendalian mutu Tembakau” ungkap Husnan.

Lebih lanjut Husnan meminta pendemo untuk mengkaji di Internal PMII untuk kemudian disampaikan kepada DPRD untuk dibahas.

(top/top)

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan