Kategory : REGIONAL | TAG : | Content Article
Sabtu, 12 Oktober, 2013

Luar Biasa, Pawai Budaya Hari jadi Bojonegoro ke-336 Diikuti Peserta dari Luar Daerah

AL- Gavriel Ismail - deliknews

wpid IMG 20131012 194737 Luar Biasa, Pawai Budaya Hari jadi Bojonegoro ke 336 Diikuti Peserta dari Luar Daerah

Bojonegoro – Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 336 yang diawali dengan karnaval Pawai Budaya berlangsug sangat meriah. Pawai budaya yang rencananya bakal digelar dua hari berturut-turut itu yakni hari ini, Sabtu (12/10) untuk peserta SMA/umum dan Minggu (13/10) besok, untuk tingkat SD/SMP sederajat, ternyata tak hanya diikuti oleh peserta lokal Bojonegoro.

Data dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Pemkab Bojonegoro menyebutkan, ada 6 peserta pawai budaya dari kabupaten luar Bojonegoro, yang turut serta meramaikan kegiatan tahunan itu. Diantaranya, Kabupaten Blora, Pasuruan, Kediri, Nganjuk, Tuban dan Rembang.

“Ya, peserta pawai budaya HJB ini tidak hanya dari kalangan lokal saja. Ada beberapa kabupaten yang ikut berpartisipasi mengirimkan tim untuk memperkenalkan budaya dan wisata serta mengusung tema sesuai tradisi masing-masing dalam kegiatan ini,” ujar Kabid Pengembangan Budaya dan Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Suyanto.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka mengusung tema kota pesisir bersinar terang, Kabupaten rembang dengan tema barongsai yang menjadi ikon kota pesisir yang pernah disinggahi bangsa china sejak jaman kerajaan, Kabupaten Kediri, dengan Tema Dewi Songgo Langit, paduan baringan dan jatilan.

Sementara, Kabupaten Blora dengan tari topeng, barongan dan lodro (Bardro) simbol keberanian, kegagahan dan loyalitas warga Blora. Kabupaten Nganjuk dengan menyajikan tari kreasi kabupaten nganjuk dengan perpaduan warna warni, dan terakhir Kabupaten Tuban, dengan Tema Gunjingan Sandur.

“Peserta dari Bojonegoro sendiri menampilkan legenda-legenda Bojonegoro seperti legenda Angling Dharma yang bertarung dengan Batik Madrim, Pati Obong oleh Dewi Sukowati dan tradisi perayaan tumpeng atau ambeng, juga sejarah Ki Andong Sari di Ledok Kulon,” imbuhnya.

Meskipun acara yang sebelumnya dijadwalkan akan dimulai pukul 12.00 WIB itu dimajukan menjadi pukul 10.00 WIB, hal itu tak membuat para peserta lantas datang terlambat. Terbukti sejak pukul 09.00 WIB para peserta dan penonton telah terlihat memadati jalan depan pendopo yang menjadi start dan finish kegiatan karnaval.

Sebelum karnaval melalui rute yang telah ditentukan dilepas, sekelompok pemain tari menggelar tari khas Bojonegoro, yakni tari Thengul yang menjadi perlambang kemenangan dalam peperangan rakyat Bojonegoro, secara kolosal di halaman Pendopo, Jalan Mas Tumapel, dengan disaksikan para petinggi Pemkab Bojonegoro.

“Luar biasa sekali, ternyata Bojonegoro mempunyai sesuatu yang khas termasuk tari thengul ini. Ini pantas untuk dibanggakan dan dikembangkan, tentu harus ada upaya dari pemkab agar keberadaannya bisa terus eksis,” ujar Agus, salah satu warga dari ribuan penonton yang berjubel memadtai rute karnaval pawai budaya tersebut. (saiq)

Update Juga Via @deliknewscom