Kerapan Sapi “Pangerap” lebih Setuju Pakem Lama

Kerapan Sapi “Pangerap” lebih Setuju Pakem Lama

19
0
SHARE

DSC 0339 431x288 Kerapan Sapi Pangerap lebih Setuju Pakem LamaPamekasan – Pelaksanaan kerapan sapi pakem lama yang menggunakan kekerasan (Rekeng), tetap menjadi pilihan para pengerap di Madura.

Sejumlah pengerap yang mengikuti kontes kerapan sapi piala presiden 2013 yang di gelar di Stadion R. Soenarto Hadiwijojo Pamekasan Minggu (3/11) mengaku lebih setuju dengan pakem lama (Rekeng) sebagai warisan budaya Madura.

Dadang, salah satu pangerap asal jagalan Pamekasan mengaku jika menggunakan pakem baru (Pakkopak) mengakibatkan sapi menjadi bengkak.

“Kalau pakek rekeng tiga hari sudah kering, kalau pak kopak bisa jadi hingga 1 minggu” ungkap pria yang memulai mengerap sejak 2003 itu.

Hal senada juga diungkapkan dayat, pengerap asal ketapang sampang tersebut mengaku lebih setuju dengan pakem lama. Pria yang sudah 35 tahun mengemari kerapan sapi menegaskan bahwa kerapan sapi rekeng sebagai warisan budaya madura yang asli.

“Budaya kerapan sapi yang jelas dari nenek moyang kita pakek rekeng” ungkap dayat.

Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat Madura untuk bersatu menggunakan pakem lama.
“Jangan sampai menggunakan dua versi” imbuh dayat.

(top/top)

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan