Kategory : Capres2014 | TAG : | Content Article
Selasa, 11 Maret, 2014

Demo Pileg di TTU Berakhir Ricuh, Dua Orang Tertembak Peluru Polisi

Yulius Sallu - Kefamenanu, NTT - deliknews

P28 02 14 09 254 384x288 Demo Pileg di TTU Berakhir Ricuh, Dua Orang Tertembak Peluru PolisiKefamenanu – Sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara pileg di Kabupaten Timor Tengah Utara,Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Senin (10/03) berakhir ricuh.

Kericuhan ini dipicu oleh sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh panitia penyelenggara pemilu setempat.

Massa yang tidak puas dengan perhitungan suara tersebut mendatangi kantor KPUD dan melakukan aksi protes kepada panitia penyelenggara pemilu, pasalnya pada tahap sebelumnya diduga ada indikasi kecurangan antara KPPS dengan caleg tertentu.

Massa yang terus beringas melakukan aksi protes dan merusak atribut partai,membuat polisi bersikap dan berhasil memukul mundur demonstran tersebut.

Selain berhasil mukul mundur demonstran,polisi juga berhasil menciduk seorang pendemo karena tertangkap tangan membawa sebilah pisau dengan maksud membuat onar di lantor KPUD setempat.

Mengetahui rekan mereka diciduk polisi,massa mulai berdatangan dan terus beringas serta membuat onar sehingga menyebabkan aksi saling dorong dengan petugas jadi tak terelakan lagi.

Meskipun diberi peringatan,massa terus menerobos barisan barikade polisi. Alhasil  Polisipun akhirnya mengeluarkan tembakan yang mengakibatkan dua orang demonstran  terkena peluru polisi dan harus menjalani perawatan intensif.

Demikian rangkaian simulasi pengamanan menjelang pemilu legislatif 2014,yang digelar Polres Timor Tengah Utara Senin (10/03),di kantor KPUD Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kapolres Timor Tengah Utara,AKBP I Gede Mega  Suparwitha,usai simulasi tersebut menjelaskan,simulasi ini dilakukan sebagai bentuk pemahaman kepada aparat agar bertindak sesuai protap.

“Simulasi ini dilakukan sebagai persiapan menjelang pileg 2014,sekaligus sebagai bentuk pemahaman  kepada aparat agar bertindak sesuai protap,”ujar Suparwitha singkat.

(yulius salu)

Update Juga Via @deliknewscom