Sumber foto : Ilustrasi

Belum Ada Aliran Sesat di Sekadau Masyarakat Harus Tetap Waspada

Dibaca kali

 Oleh Yahya 12 Februari 2018, 17:11 WIB

SEKADAU – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau, Kiai Mudhlar menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya paham menyimpang atau kelompok radikal. Ia mengatakan, hal itu menurut pantauan MUI selama ini, apalagi pihaknya memiliki kader dan pengurus di kecamatan yang selalu berkoordinasi. 


“Artinya Sekadau masih aman. Belum ada lah paham yang nyeleneh-nyeleneh ataupun radikal. Alhamdulillah,” ujarnya, kemarin.


Jika terindikasi adanya paham menyimpang, masyarakat diminta melaporkan kepada MUI setempat. Sehingga, kata Mudhlar, pihaknya bisa bergerak cepat bersama pihak terkait seperti Kementerian Agama, kepolisian dan kejakasan.


“Hal itu dilakukan untuk menyelesaikan persoalan yang bisa dikategorikan menyimpang,” ucap Mudhlar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Ar Rahmah Sekadau itu. 


Mudhlar menjelaskan, setidaknya ada 10 kategori aliran sesat atau penyimpang dari paham-paham islam berdasarkan fatwa MUI. Adapun, kategori yang dikatakan menyimpang itu diantaranya, dalam menafsirkan alquran tidak memakai akidah sesungguhnya.  


“Kemudian tidak lagi mengikuti rukun iman, rukun islam dan menyimpang dari itu. Itu sesungguhnya yang dianggap menyimpang dari paham-paham islam yang tergolong sesat menyesatkan,” jelasnya.


Sementara itu, Kabag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau, Suprapto menegaskan, hingga saat ini di Sekadau belum ditemukan adanya paham menyimpang atau aliran sesat. Ia mengatakan, meski belum ditemukan adanya aliran sesat tetapi tetap waspada. 


“Jangan sampai nanti kecolongan. Jadi, perlu dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas sehingga tak terjadi hal-hal tidak diinginkan, kemudian kewaspadaan harus ada,” kata dia. 


Suprapto mengatakan, sebagai pembina tingkat kabupaten pihaknya juga menggandeng semua ormas di Sekadau serta pihak terkait mengantisipasi aliran sesat. Bila terindikasi adanya paham menyimpang atau aliran sesat masyarakat harus melapor. 


“Harus lapor kepihak-pihak terkait, terutama Kementerian Agama. Kalau informasi itu valid nanti disampaikan ke instansi terkait, kepolisian dan kejaksaan,” pungkasnya. 


Komentar


    Baca Lainnya, Delik Kalimantan

    Bagikan