Ditahan KPK, Marianus Sae dapat nomor urut 2 di Pilkada NTT

Dibaca kali

 Oleh Semard Dju 13 Februari 2018, 12:33 WIB

Kupang - Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi pemberantasan Korupsi KPK, cagub NTT Marianus Sae dalam kasus operasi tangkap tangan OTT Proyek di Kabupaten Ngada pada Minggu (11/2) lalu.

Namun Komisi Pemilihan Umum KPU NTT melakukan pengundian nomor urut peserta Pilkada Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018 telah dilakukan oleh KPU NTT. 

Dari empat pasangan calon, hanya Marianus Sae yang tidak hadir dalam pengundian ini karena ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Mingg (11/2). Pasangan yang didukung PDIP dan PKB ini hanya diwakili oleh cawagub Emi Nomleni.   Pengundian digelar di Hotel Aston, Jl Timor Raya, Kupang, Selasa (13/2).

Sementara pasangan lain, hadir kompak cagub dan cawagub.

Adapun hasil undian nomor urut ini, pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok mendapat nomor urut satu. Marianus Sae-Emmilia Nomleni mendapat nomor urut dua. 

Sementara pasangan duo Benny, Benny K Harman-Benny A Litelnoni mendapat nomor urut 3. Sedangkan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi mendapat nomor urut 4.

Komentar


    Baca Lainnya, Delik Nusa Tenggara

    Bagikan