Travel

Larung Saji Laut Tuban, Budaya Warisan Leluhur Yang Masih Dilestarikan

Tuban – Tradisi sedekah laut yang dilakukan oleh warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, rabu (28/9) adalah sebuah tradisi yang merupakan warisan leluhur.

Pemberian sesaji kepada laut setiap tahunnya rutin dilakukan oleh para nelayan setempat. Bentuk sesaji ada 2 macam. Seperti berupa makanan yang dimodel seperti tumpeng, yang berisisi ayam jantan jawa, kembang ijo boreh. Tidak ketinggalan miniatur perahu yang sudah di modivikasi sebaik mungkin. Layar terkembang dan jarring jala disiapkan di sisi miniature perahu sesaji. Nantinya kedua sesaji itu akan di larung atau di buang ke laut bersama kemenyan jati, cabe, boneka laki-laki dan perempuan dan cobek.

Sebelum prosesi larung, seluruh warga berkumpul di TPPI Ikan timur kelurahan setempat. Tokoh agama yang didatangkan bertugas mengawali prosesi dengan berdoa. Terlihat komat kamit terucap yang dilanjutkan dengan menyiramkan air pada miniatur perahu.

Selanjutnya, miniatur perahu bersama isi sesaji di arak menuju bibir pantai untuk dibawa ke tengah laut. Sedikitnya 50 perahu yang sebelumnya dihias aneka ragam warna ikut mengiringi sesaji hampir 20 Km dari bibir pantai, .

Koordinator larung sesaji Widodo (56) warga setempat mengatakan seluruh prosesi lelarung ini adalah bagian dari budaya warisan leluhur. Keberlanjutan yang sudah dilakukan menjadi kewajiban yang harus dilanjutkan. Nelayan percaya bahwa sedekah laut akan membawa banyak kebrkahan. Hasilnya, rizki berupa tangkapan ikan laut bisa melimpah. Jelas ini berimbas pada pendapatan yang diterima para pencari ikan.

“dahulu kita percaya kepada orang tua kita, bahwa sedekan akan membawa banyak rizqi. Ajaran ini masih kita bawa dan kita terapkan melalui budaya yang masih kita jaga, “ Kata Widodo.

Sementara itu, Lurah Karangsari, Heri Subagyo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan ini. Pasalnya, kerukunan antar masyarakat di lingkup kelurahannya bisa semakin kompak dan rukun. Program pelestarian budaya juga menjadi acuan utama yang ada dalam buku kelurahan. “ kalau kita lestarikan ini kan juga bisa menghasilkan rizki, tujuannya hanya melestarikan budaya saja. Harapan kita agar tetap rukun, kompak antar nelayan, “ Ungkap Heri.

(Afi)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top