komputer
Maluku Utara

Garda Nuku Kembali Mengenalkan Sejarah Sultan Nuku

Ternate – Sudah sekian lama nama Sultan Nuku salah satu pahlawan asal maluku utara menghilang, namun kini nama tersebut kembali diangkat oleh masyarakat daerah setempat, pengangkatan kembali nama Sultan Nuku dan sejarahnya itu di laksanakan oleh organisasi Garda Nuku yang terbentuk sejak tahun 2005 lalu.

Dengan mengangkat kembali nama pejuang asal Tidore itu, kali ini organisasi Garda Nuku melalui kegiatan Nuku World Festivasl telah mengelar berbagai rangkaian kegiatan yang menceritakan kembali kisah perjalanan Sultan Nuku.

Salah satu  rangkaian kegiatan yang amat sakral dari kekuasaan nuku yakni ritual dabus atau Taji Besi, ritual dabus atau taji besi ini merupakan tradisi para nenek moyang pada saat kekuasaan Sultan Nuku dimasa itu. Ritual dabus atau taji besi ini telah diikuti oleh ratusan masyarakat Maluku Kieraha, dan diadakan di gedung Dhuafa Center Rabu (15/11).

Dalam peringatan ritual itu ratusan masyarakat dengan berani memainkan benda tajam berupa besi yang di tusuk ke bagian dada para pemain dabus atau taji besi itu sendiri. Anehnya dalam ritual itu, walaupun benda tajam berupa besi yang ditusuk ke bagian dada hingga darahpun keluar namun para pemain dabus sendiri tidak merasa kesakitan pada saat terkena benturan besi tajam tersebut.

Menurut para pendabus atau taji besi ini mengatakan bahwa benda tajam yang tusuk di bagian dada itu tidak terasa sakit melainkan terasa gatal, sehingga para pemain pendabus meminta berulang kali untuk ikut memainkan aksi nekat tersebut.

“Pentas utama dalam Nuku World Festival ini yakni Dabus atau taji besi yang saat ini sudah mulai memudar dan hampir punah, Dabus atau Taji Besi ini gelar secara massal dan melibatkan joguru dari empat Kesultanan di Maluku Utara yaitu Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan dan Kesultanan Jailolo. Filosofi dabus ini sendiri yaitu bagaimana bentuk pengorbanan para leluhur untuk daerah cukup besar sehingga pergelaran ini merupakan bentuk ritual di Maluku Kieraha untuk mengenang pengorbanan para leluhur, dan kegiatan Nuku World Festival ini akan terus di laksanakan hingga di kenal dunia luar” kata Abdullah Dahlan Konoras ketua panitia Garda Nuku,.

Ritual Dabus massal yang digelar sangat menyentuh para masyarakat hal ini dapat lihat begitu pentingnya ritual Taji besi demi membangkitkan nilai-nilai budaya di Maluku Kieraha. (els)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top