Jakarta

Tak Hadiri Dialog, Agus Dinilai Belum Siap Pimpin Jakarta

Jakarta – Agus Yudhoyono dinilai tidak siap memimpin Jakarta. Ini karena, putra pertama mantan Presiden RI ke 6 itu tak menghadiri debat Cagub yang disiarkan salah stasiun televisi swasta.

“Saat diundang ke acara dialog antar kandidat di salah satu stasiun tv swasta yang bersangkutan malah tidak datang padahal ruang seperti ini seharusnya dijadikan sarana menyampaikan pesan dan gagasan sekaligus uji rekam jejak, masyarakat pun tentu ingin melihat proses komunikasi antara calon kandidat Karena lewat perdebatan tersebut, masyarakat akan bisa menilai karakter masing-masing calon dan menilai kesiapan serta kemantapannya,” ujar Anggawira Timsus Anies-Sandi dalam keterangannya di Jakarta.

Juru Bicara, Anies Sandi ini menyampaikan mungkin ini juga salah satu cara yang di putuskan tim AHY Sylvi untuk menghindari debat terbuka, karena dengan debat terbuka ini tentunya akan menunjukan kapasitas dan kapabilitas sesunguhnya dari kandidat. Salah satunya acara Mata Najwa yang dinilai Agus belum siap untuk diulas secara terbuka.

Memimpin Jakarta, sambung Anggawira, tidak sama dengan memimpin pasukan militer. Dengan jumlah warga yang cukup besar, ditambah dengan problematika klasik yang hingga kini belum mampu dituntaskan maksimal, Anggawira menegaskan Jakarta harus dipimpin oleh orang yang punya rekam jejak tinggi.

“Itu lah hal yang justru paling fundamental sebagai calon pemimpin Jakarta. Yakni harus sosok yang punya rekam jejak dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial sehingga memiliki banyak pengalaman dan lebih memahami solusi yang terbaik untuk Jakarta”Kata Angga.

Kedepan, kata Angga, pihaknya berharap Mas Agus dapat ikut serta dalam forum-forum dialog antar kandidat walaupun memang itu sifatnya tidak wajib, saya rasa semakin banyak dialog semakin bagus sehingga warga jakarta punya pilihan yang semakin terang benderang. Pilkada itu ujian rekam jejak,” tegas Angga.

Sebelumnya, Agus Yudhoyono memberi penjelasan terkait ketidakhadirannya dalam acara-acara debat yang dihelat oleh pihak selain KPUD. Menurutnya, dirinya tak memiliki kewajiban untuk menghadiri agenda tersebut.

“Tidak ada kewajiban bagi paslon manapun termasuk saya untuk menghadiri acara debat selain yang dijadwalkan resmi oleh KPUD. Kita tahu sendiri jadwalnya ya, akan dimulai bulan Januari kan. Januari 2 kali dan Februari terakhir,” ujar Agus kepada wartawan.

Agus mengatakan, dirinya akan melihat situasi jika diundang dalam debat. “Saya yang paling penting bisa sedekat mungkin dengan masyarakat karena mereka harus terus disapa, didengarkan aspirasinya dan itu sangat penting. Kita tahu ada undangan KPUD yang sudah direncanakan dan dijadwalkan”Ucapnya

(gnr/Ris)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - Deliknews Indonesia

To Top