Nasional

Pesawat Buatan Indonesia Pesanan Senegal Resmi Diserahterima

Jakarta – Setelah menempuh perjalanan panjang selama 11 hari dengan jarak lebih dari 16.000 kilo meter, tepat pukul 14.15 waktu setempat, 6 Januari kemarin, pesawat CN-235 220M Multi Purpose produksi PT Dirgantara Indonesia akhirnya tiba di Pusat Airforce Senegal, Dakar.

Pesawat kedua pesanan Pemerintah Senegal yang telah lama ditunggu-tunggu sejak Oktober 2016 ini tiba bersama 15 crew WNI yang terdiri dari empat pilot, di mana salah satunya adalah WN Senegal, satu flight test engineer dan sepuluh mechanic.

Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran beserta staf KBRI, Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force, Regional Manager AD Trade Belgium dan perwakilan dari PT. DI serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) yang sehari sebelumnya telah tiba di Dakar.

“Kedatangan pesawat CN-235 ini di Dakar merupakan kebanggaan sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia yang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi dan bersaing di bidang teklogi kedirgantaraan dengan negara-negara maju lainnya,” kata Dubes Mansyur, seperti keterangan tertulis dari KBRI Dakar, Senin (9/1).

Dubes Mansyur menegaskan dengan kedatangan CN-235 tersebut dapat dijadikan contoh soal dalam mempromosikan produk PT DI tersebut ke tujuh negara-negara rangkapan KBRI Dakar lainnya yaitu Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mali, Cote Ivoire/Pantai Gading, Sierra Leone dan Cabo Verde.

Rencananya Senegal akan membeli satu lagi pesawat CN-235 yang akan digunakan untuk kepentingan armada Angkatan Lautnya yang direncanakan sesuai jadwal akan tiba di Dakar tahun 2018.

Selain itu, Dubes Mansyur juga menyatakan diantara negara rangkapan yang telah menyatakan keinginannya membeli pesawat CN-235 produsksi PT.DI yang sama adalah Republik Guinea sebagaimana yang telah disampaikan langsung oleh Presiden Alpha Conde kepada Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Indonesia bulan Agustus 2016 lalu.

Informasi kedatangan pesawat CN-235 tersebut telah disampaikan langsung oleh Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden Senegal, Macky Sall pada sore harinya, pada saat Dubes menghadiri Resepsi Tahun Baru 2017 di Istana Kepresidenan di Dakar.

Presiden sangat senang dan menyampaikan terima kasih atas hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan meminta untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Pesawat yang diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, tanggal 27 Desember 2016, dalam perjalanannya ke Dakar, Senegal mengambil rute ferry flight : Medan, Colombo (Sri Lanka), Maldives, Karachi (Pakistan), Riyadh (Arab Saudi), Khartoum (Sudan), Ndjamena (Chad), Ouagadougou (Burkina Faso), dan Dakar.

Dengan tibanya pesawat CN-235 tersebut, Senegal kini memiliki dua pesawat CN-235 buatan PT. DI, dimana pesawat pertamanya yang tiba tahun 2011 digunakan untuk kepentingan militer VIP dan pesawat kedua ini untuk multi fungsi, yaitu troop transport, medivac dan VIP.

(Ris)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top