Hukrim

Hasil Penipuan Haji Plus Plus Dilarikan ke Rekening Pribadi Nadia

Surabaya – Majelis Hakim Pengadilan Surabaya kembali menggelar sidang kasus Haji Plus ‘Bayar Satu Gtatis Satu’ atas terdakwa  Dicky Mastur Achmad, direktur operasional PT Global Access (Globes) dan Hariko Oscar, direktur pengembagannya. 

Staf Keuangan PT Global Access, Yuli Sulistiani yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, bahwa Hariko  Oscar yang juga punya jabatan lain sebagai Direktur Eksekutif Satu di PT Globes, pernah memindahkan Ongkos Naik Haji (ONH) yang dibayar jemaah PT Al Madinah Surabaya dari rekening PT Global Access ke rekening pribadinya Nadia Farhani, anak dari Yunus Mahmud Yamani pemilik PT Global Access.  

“Pernah ada perpindahan rekening dari ONH Haji Surabaya ke rekening Globes, lantas ke rekeningnya Nidia Farhani,” kata saksi yang bekerja di PT Globes, Condet Jakarta Timur sejak 2012 lalu., Senin (9/01). 

Namun, wanita cantik berhijab tersebut, tidak mengetahui perpindahan rekening ONH itu atas perintah siapa.dan untuk keperluan apa.? 

“Dari total dana sebesar 757.480 US dollar tersebut, yang dipindahkan ke rekening Nadia Farhani sebanyak 605.480 US Dollar, sedangkan yang 152.000 US Dollar dipindahkan ke Mirod Kholdhi untuk pembayaran BPIH,” kata saksi yang kesehariannya menjabat sebagai staf Keuangan Ticketing domestik dan internasional PT Globes, Condet Jakarta Timur tersebut. 

Terpisah, Dimas Aulia Rahman penasehat hukum terdakwa Dicky Mastur Achamad menyebut bahwa program Haji Plus ‘Bayar Satu Gratis Satu’ ini sebenarnya usulan dari terdakwa Hariko Oscar, namun, entah kenapa yang dibidik oleh pihak pelapor Cahyono Kartika adalah Dicky, meski tak sepeser pun uang atas penyelengaraan Haji tersebut yang mengalir ke rekening kliennya. 

“Ini aneh, kenapa Pak Dicky yang dibidik, apalagi PT Globes juga tidak mengiyahkan program tersebut berjalan, bahkan pernah menghentikan program itu,” kata Dimas usai persidangan. 

Sebelumnya, Cahyono Kartika direktur PT Al Madinah dalam kesaksiannya menuturkan untuk meyakinkan jamaahnya, terdakwa Dicky dan Oscar menyatakan jika perusahaan PT Global Access adalah milik Bupati Kebumen, dan  program haji plus ‘Bayar Satu Gratis Satiu’ ini murni sebagai bentuk sodakoh dan bukan mencari keuntungan. 

“Semua itu dituangkan lengkap di company profile yang diajukan terdakwa Dicky kepada saya,” terang Cahyono, yang semula tidak percaya dengan program itu. Namun, dengan berbagai rayuan dan bukti yang meyakinkan akhirnya Al Madinah bersedia menjalin kerjasama. 

Diketahui, terdakwa Dicky Mastur Ahmad dan terdakwa Harika Oscar diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, lantaran telah menipu jemaah haji PT Al Madinah Surabaya, hingga Rp 4,3 Miliar. 

Penipuan itu terjadi pada September 2012 Di hotel Meritus Surabaya dengan modus menawarkan paket ibadah Haji Plus “Bayar Satu Gratis Satu” dengan tarif ONH sebesar 9.000 US Dollar, dari ONH seharusnya yang ditetapkan pemerintah sebesar 18.000 US Dollar untuk satu pasangan.  (Han/Son).

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - Deliknews Indonesia

To Top