Regional

Pengerjaan Gedung Satpol PP Pemprov Sulbar Menuai Sorotan

son1234567

Mamuju – Sebuah proyek gedung milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang menelan anggaran 2,6 Miliar dari DAK 2016 menuai sorotan akibat belum rampung. Penyelesaian pekerjaan itu yang seyogyanya Bulan Desember 2016 kini menyeberang pada bulan Januari 2017.

Fian salah seorang juru bicara kontraktor PT Bumi Anugrah Sulbar kepada deliknews.com mengaku, keterlambatan itu ditengarai oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah faktor alam dan faktor belum adanya konsultan sebelum tender. Sehingga kata dia, pekerjaan tersebut eksennya pada bulan September.

“Kami terkendala dengan cuaca, salah satu bagian lokasi sempat longsor karena hujan. Dan keterlambatan belum adanya Konsultan sehingga eksennya pada bulan September yang sebenarnya pada bulan Agustus 2016,”jelas Fian saat ditemui di gedung yang belum rampung itu.

Masih dia, gedung baru yang akan diperuntukan pada instansi Sat Pol PP itu bahwa dalam RAB pekerjaan itu hanya sebatas pelesteran dan rabat, bukan pekerjaan yang terima beres artinya langsung bisa digunakan.

“Kalau kita mengacu pada RAB pekerjaan ini sudah selesai 100 persen. Karena kita mengacu kepenggunaan  masih 80 persen. Dan ini memang kita harus akui karena kami bekerja harus sesuai dengan RAB,”ungkapnya.

Masih dia, akibat terelambatan pekerjaan gedung itu. Pihak pengguna anggaran memberikan pinalti 50 hari kelender.

“Iya benar kami lambat akibat beberapa faktor sehingga kami diberikan waktu 50 hari kelender oleh pengguna anggaran. Dan kami tetap otimis bisa menyelesaikan satu minggu lebih berdasarkan RAB yang ada,” ungkapnya.

Masih dia, bahwa gedung tersebut belum bisa dikatakan finishing karena belum ada pemasangan palapon, keramik dan pengecetan. Untuk bisa merampungkan gedung masih menunggu kembali proses lelang dengan anggaran 2017.

“Memang gedung ini belum selesai karena belum ada pemasangan keramik, pelafon dan pengecetan. Dan kami belum tau apakah kami yang lanjutkan, karena ini dilelang mana masih ikuti proses tender dan masi bertarung di LPS,”sebutnya.

Pantauan deliknews.com. Bahwa gedung tersebut terlihat sudah berdiri kokoh. Namun pekerjaanya masih melakukan beberapa item pekerjaan seperti pintu kantor, dan pembuatan rabat (lantai dasar kantor). Pekerja mengaku, bahwa kontrakator memberikan deadline waktu selama 12 hari.

“Kami diberikan waktu 12 hari untuk menyelesaikan sisa borongan kami, dan saya rasa bisa mas,”tutur kepala tukang.  (ady)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top