Hukrim

PN Surabaya Adili Sobri, Oknum Polisi Yang Mabuk Akibat Sabu

​Surabaya – Mochamad Sobri bin Kuwat, oknum anggota polisi yang ditemukan tergeletak mabuk di Jalan Adityawarman, sambil membawa sabu, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (10/1). 

Dalam peradilannya kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang dari Kejari Surabaya, mengadirkan dua orang saksi yakni Sukiman, anggota Denpom V/4 Surabaya dan H. Nur, pemilik rental Mobil di kawasan, terminal Joyoboyo, Wonokromo. 

Di hadapan ketua majelis hakim yang diketuai Sigit Sutriono, Sukiman menceritakan saat dirinya sedang piket didatangi seorang perempuan memberitahu ada orang mabuk yang tergeletak di pinggir jalan sementara mobilnya masih dalam kondisi menyala. 

“Lantas, saat saya datang ke lokasi, melihat terdakwa tergeletak hingga tidak bisa berdiri. Saya bersama empat orang warga memasukan ke mobilnya dan membawanya ke Markas (Denpom),” terang Sukiman. 

Masih kata Sukiman, terdakwa dengan bahasa yang melantur mengaku anggota Polisi berdinas di Polda Jatim, Polrestabes Surabaya dan terakhir di Polsek Wiyung. 

Setibanya di markas Denpom, terdakwa hendak merokok dan dari bungkusnya terjatuh plastik klip berisi kristal putih (Sabu) seberat 0,44 gram. 

“Saat saya tanya, diakui bahwa barang itu ada mobilnya,” ujarnya. 

“Dari penemuan itu, atasan kami menyuruh memeriksa mobilnya, dan kami temukan korek api dan sedotan di laci mobil dan baret Polri. Sementara dalam tas terdakwa yang berada di mobil, juga temukan 8 plastik klip, pipet kaca, sedotan dan satu klip berisi kristal,” tambah Sukiman. 

Mendengar keterangan saksi Sukiman, terdakwa Sobri membantah keterangannya dan tidak mengakui sabu tersebut miliknya. 

“Semua itu bukan punya saya pak hakim, saya hanya mempunyai sedotan yang masih utuh (sebungkus) yang saya simpan di dashboard,” ucapnya. 

Sementara saksi H. Nur menceritakan, terdakwa menyewa mobil yang akan dipakai seminggu seharga Rp 1,4 juta. Dimana terdakwa mengaku akan digunakan untuk melayani bosnya yang sedang berada di Surabaya. 

Terpisah, kuasa hukum terdakwa Rudi saat ditemui usai sidang mengungkapkan, bahwa pihaknya menemui adanya kejanggalan dari keterangan saksi, sehingga kliennya menolak mengakui narkoba yang dijadikan barang bukti. 

“Kami akan membuktikan pada persidangan berikutnya dan klien kami menolak semua keterangan saksi (Sukiman),” ujarnya. 

Dalam dakwaan dijelaskan, kasus ini berawal pada 26 Juli 2016 sekitar pukul 03.00 WIB,  terdakwa ditemukan tergeletak ditrotoar Jalan Adityawarman. Sementara mobilnya Daihatsu Xenia L 5427 DM masih menyala dan pintu mobilnya terbuka, sehingga oleh warga dilaporkan kepada Sukiman, anggota Denpom V/4 Surabaya. 

Atas perbuatan dan barang bukti yang ditemukan, terdakwa yang merupakan oknum anggota Polri Polsek Wiyung ini dijerat pasal 112 stay (1) undang-undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman maksimal 15 tahun perkara.  (han/son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - Deliknews Indonesia

To Top