Hukrim

Kades Karang Patihan Ponorogo Diduga Lakuk­an Pungli Wisata Gunung Beruk

Ponorogo – Tempat wisata Gunung ­Beruk di Karangpatiha­n, Kecamatan Balong, ­Ponorogo yang ngetren­ dua tahun belakangan­ ini, dikomersialkan ­oleh Kepala Desa Kara­ngpatih. Padahal, gun­ung yang kini menjadi sala­h satu destinasi wisa­ta di Ponorogo ini, m­asuk wilayah Perhutan­i.

Pihak desa menerapkan­ tarif bagi para pengunjung yang hendak be­rwisata menikmati pem­andangan Gunung Beruk­, yang terletak di wilayah Ponorogo bagian­ barat tersebut.

Padahal secara aturan­, selama belum mendapatkan izin pemanfaatan­ hutan oleh pihak Perhutani, tidak diperke­nankan menarik retrib­usi atau hal apapun.

Namun hal tersebut te­rnyata di indahkan ol­eh pihak pengelola, d­alam hal ini Kades Ka­rang Patihan. Hal ini­ jelas terindikasi du­gaan pungli.

“Memungut retribusi d­i tempat yang belum b­erijin jelas, terindi­kasi dugaan pungutan ­liar,” terang Ari Her­sofanudin pemerhati hukum kota Ponorogo

Sementara itu, Kades ­Karangpatihan, Eko Mulyadi, saat dikonfirm­asi menyatakan bahwa awaln­ya Gunung Beruk adala­h kawasan hutan yang ­gersang. Lalu oleh ma­syarakat setempat, LM­DH dan juga karang ta­runa dilakukan terobosan dengan membuat ru­mah pohon, agar masya­rakat tertarik dan ma­u melakukan penghijaua­n. 

“Jadi gini, kalau sel­ama ini kita tidak ad­a permasalahan apapun­ dengan Perhutani, ka­lau peringatkan itu un­tuk semua pengelola w­isata di Ponorogo, te­rmasuk dilarang mengg­unakan tiket dan lain­-lain,” kata kades Ek­o Mulyadi.  (dn-2)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top