Hukrim

Mafia Tanah Kalijudan Dihukum 2 Tahun Penjara

Surabaya – Mohammad Sutomo Hadi, mafia tanah asal jalan Kalijudan Taruna, dihukum 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, atas penipuan penjualan tanah di jalan Kenjeran No 348-350 Surabaya.

Dia sebelumnya sudah pernah dihukum 18 bulan penjara atas kasus penjualan rumah di Jalan Kaliasin Gang Pompa

“Menghukum terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara,” ucap Hakim ketus Maxi Sigarlaki dari PN Surabaya. Selasa (20/06).

Maxi Sigarlaki menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 378 juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) tentang penipuan. 

“Terdakwa secara bersama-sama sudah merugikan korban, terdakwa juga pernah dihukum dalam perkara yang sama,” tegas hakim Maxi.

Atas hukuman itu, Arifin yang bertindak sebagai kuasa hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir Pak Hakim,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampakan Damang Anubowo selaku jaksa penuntut umum. 

Sutomo Hadi harus berurusan dengan polisi lantaran aksi penggelapan dan penipuan. Pria berusia 52 tahun asal Jalan Kalijudan Taruna, Surabaya, ini diringkus anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya di Masjid Al Akbar, Sabtu (25/3/2017).

Sutomo merupakan buron polisi atas tindak penggelapan dan penipuan uang Rp 2 miliar milik korban bernama Sie Probo Wahyudi alias Gie Pin.

Uang sebesar itu merupakan pembelian tanah dijalan Kenjeran 348-350 Surabaya pada pertengahan tahun 2015 lalu.

Penipuan dilakukan terdakwa Sutomo berawal pada bulan September 2012, ketika korban Sie Probo Wahyudi minta bantuan Margono mencarikan tanah. Margono pun menjelaskan kepada korban Sie Probo Wahyudi alias Gie Pin bahwa ada tanah yang dijual di jalan Kenjeran No.348-350 Surabaya dan seluruh surat-surat tanahnya dibawa oleh terdakwa Mochammad Sutomo Hadi.

Akhirnya korban Sie Probo Wahyudi alias Gie Pin bertemu dengan terdakwa Mochammad Sutomo Hadi. Terdakwa Mochammad Sutomo Hadi menawarkan tanah yang terletak di Jl. Kenjeran No.348-350 Sutomo menawarkan tanah di daerah Kenjeran yang dikatatan milik Cicik Permatadias.

Oleh korban Sie Probo Wahyudi tanah disepakati dibeli dengan harga Rp 2 miliar. pada hari Senin tanggal 17 Februari 2014 di kantor notaris Eny Wahjuni, SH. Jl. Kertajaya IX-C/40A Surabaya

Untuk pembayaran, korban memberi lebih dulu Rp 1,3 miliar sebagi uang muka. Kemudian sisanya dijanjikan dibayar korban setelah proses pembutan surat hak milik (SHM) selesai.

Kepada korban, Sutomo menjanjikan kepengurusan SHM akan beres selama enam bulan. Korban pun memberikan uang Rp 1 miliar kepada Sutomo untuk menyelesaikan urusan SHM. Tapi, terdakwa justru membawa kabur uang yang sudah diberikan korban.

Dari hasil penyidikan polisi, Sutomo juga merakayasa ikatan jual beli tanah (IJB). Sejatinya tanah tersebut bukan milik Cicik Permatadias, melainkan milik Puji Astutik.

deliknews.com mencatat, pada 18 Oktober 2016, Mohammad Sutomo Hadi divonis 12 bulan penjara oleh hakim PN Surabaya untuk kasus penjualan rumah di Jalan Kaliasin Gang Pompa No 83 seluas 110 M². 

Namun, pada 10 Januari 2017, Pengadilan Tinggi Jawa Timur menjatuhkan vonis 18 bulan penjara kepada Sutomo Hadi, setelah upaya banding yang diajukan oleh jaksa Welly dari Kejaksaan Negeri Surabaya.  (Han/Son).

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top