Hukrim

Korupsi Jasmas 2017, Kejari Surabaya Buktikan ‘Tantangan’ Awey

Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya nampaknya bakal membuktikan ‘tantangan’ Awey, Anggota DPRD Surabaya yang menyebut, pengusutan penyimpangan dana Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun 2017 hanya sekedar wacana atau tindakan menakut-nakuti dan menimbulkan pembunuhan karakter anggota dewan.

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menyebut, saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyelidikan.

“Tim sudah bekerja, kami sedang melakukan penyelidikan,” ujar Jaksa Kelahiran Bojonegoro saat dikonfirmasi, Kamis (10/08).

Untuk diketahui, penyimpangan dana Jasmas Tahun 2017 itu mulai terkuak dari masyarakat yang mengadu ke Kejari Surabaya dengan memberikan segebok data penyimpangan dana jasmas tersebut.

Dari data yang dihimpun, dana jasmas tersebut dipakai untuk pengadaan terop, kursi, meja dan sound system yang diberikan ke penerima hibah yakni para Ketua RT yang ada di Surabaya.

Pencairan dana Jasmas tersebut diduga ada campur tangan oknum anggota DPRP Surabaya. Para Ketua RT selaku penerima hibah hanya tau beres dan tidak susah-susah membuat proposal dan LPJ.

Bahkan, dengan duduk manis saja, para penerima hibah dana Jasmas ini mendapat fee berkisar antara 1,5 hingga 2 persen dari pengadaan barang yang diterimanya. (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top