Ekonomi & Bisnis

Warga Kendawangan Tuntut Ganti Rugi Lahan 315 Hektare

Ketapang – Warga Desa Kendawangan Kiri Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang tuntut ganti rugi lahan dilokasi Bagan Pisang dan Durian Tujuh milik Alm Matseh seluas 315 Hektar yang sudah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Metro Wilayah VI sampai saat ini belum dibayarkan kepada pemilik lahan.

Menurut Rapindo perwakilan dari ahli waris Alm Matseh bahwa PT BGA Metro Wilayah VI dianggap sudah mengingkari kesepakatan antara kedua belah pihak pada (11/7) yang menyatakan apabila ahli waris bisa menunjukan lokasi Bagan Pisang dan Durian Tujuh, maka pihak perusahaan akan membayar ganti rugi lahan tersebut.

” Tapi kenyataan nya setelah mediasi bersama pihak kecamatan, pihak perusahaan mengingkari janjinya bahkan menyatakan bahwa lahan yang dianggap bermasalah sudah di bayar namun sampai saat ini pihak perusahaan tidak bisa menunjukan legalitas bukti pembayaran yang di minta oleh ahli waris bersama Kepala Desa dan Camat”,kata Rapindo, Jumat (11/8).

Ditambahkannya”, Dari 400 Ha lahan milik Alm Matseh masih tersisa 315 Ha lagi lahan yang belum di ganti rugi oleh PT BGA sejak penggarapan lahan tahun 2008 sementara 85 Ha memang di akui sudah dibayar”,tambahnya.

“Awalnya perusahaan pernah berjanji apabila ahli waris bisa menunjukan lokasi Bagan Pisang dan Durian Tujuh maka perusahaan akan mengganti rugi. Tapi setelah diadakan pengecekan perusahaan berdalih bahwa lahan tersebut sudah di bayar. Sementara sampai saat ini pihak Ahli Waris belum pernah sama sekali menerima ganti rugi pembayaran lahan seluas 315 Ha tersebut”, bebernya.

Untuk menyepakati permasalahan ini camat Kendawangan H Asdewi mengambil tindakan melakukan mediasi yang bertempat di kantor Camat pada hari Senin (7/8).

Dalam mediasi yang dipimpin oleh Camat Kendawangan dihadiri unsur Muspika Kendawangan ( Camat dan Danramil), perwakilan management perusahaan, Kepala Desa dan Rapindo Cs ( Keluarga Matseh), Kepala Desa Kendawangan Kiri bersama Camat meminta pihak Management perusahaan untuk mengeluarkan bukti legalitas pembayaran lahan yang di klaim oleh keluarga atau ahli waris Alm Matseh.

Namun faktanya pihak perusahaan tidak bisa mengeluarkan untuk diperlihatkan legalitas pembayaran lahan yang di klaim tersebut malah pihak management perusahaan melalui Wilson Perwakilan Wilayah VI PT BGA mengharapkan permasalahan ini dibawa ke jalur hukum.

Dengan keputusan mediasi yang demikian pihak ahli waris berencana akan memasang portal kembali dilokasi lahan yang masih di sengketakan dan tetap akan menuntut perjanjian secara tertulis yang sudah disepakati pihak perusahaan pada bulan Juli 2017 yang lalu sementara pihak management perusahaan ketika dikomfirmasi tidak bersedia memberikan jawaban apa-apa.

(Wan Usman)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top