Hukrim

Lagi, Jaksa Temukan Korupsi Hibah Jasmas 2014

Surabaya – Korupsi dana hibah Jalin Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya benar-benar jadi fokus utama Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Setelah menemukan indikasi dugaan penyimpangan hibah Jasmas Pemkot Surabaya tahun anggaran 2014 dan tahun anggaran 2016, terbaru Kejari Surabaya kembali menemukan dugaan korupsi dana hibah Jasmas tahun 2014.

Kali ini dugaan korupsi dana hibah tersebut dipakai untuk membangun Sekolah Dasar (SD) Nurul Iman, berlokasi di Sememi Surabaya Barat.

Dana hibah pembangunan sekolah tersebut diajukan langsung oleh Kepala SD Nurul Iman ke Pemkot Surabaya senilai 300 jutaan.

Setelah dicairkan, ternyata oleh pihak kepala sekolah SD Nurul Iman yang menjabat tahun 2014 hibah Jasmas yang dikucurkan tersebut, tidak sepenuhnya digunakan untuk pembangunan sekolah sebagaimana pengajuan dalam proposalnya.

“Hanya dibangun 17 persen dari nilai yang dicairkan,” terang Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, Jum’at (11/08).

Atas penyelewengan itu, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya menemukan kerugian negara yang begitu fantastis.

“Sementara kerugian negara nya sekitar 270 juta rupiah,” sambung Didik Farkhan.

Jaksa kelahiran Bojonegoro ini mengatakan, kasus dugaan korupsi dana hibah 2014 itu mulai dilidik pada bulan Juli 2014.

“Sekarang status nya sudah kita naikkan ke tingkat Penyidikan,” kata Didik. (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top