Jawa Timur

Pakde Karwo: Kampus Harus Jadi Tempat Mengkaji

Surabaya – Keberadaan kampus sebagai tempat menuntut ilmu harus dijadikan pula sebagai tempat mengkaji secara ilmiah proses-proses kultural, konstitusional dan politik. Jangan sampai keberadaan kampus justru disalahgunakan sebagai tempat berkembangnya paham-paham yang bertentangan dengan ketiga proses itu.

Hal ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo usai mendampingi Menteri Dalam Negeri mengikuti jalan santai dan orasi ilmiah dalam rangka penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Lidah Wetan Surabaya, Minggu (20/8) pagi.

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim mengatakan, proses kuktural, politik dan konstitusional bangsa ini sudah dibangun sejak lama. Proses kultural dimulai Tahun 1908 saat Boedi Utomo, proses politik dimulai Tahun 1928 saat sumpah pemuda, serta proses konstitusional pada Tanggal 18 Agustus 1945 saat ditetapkannya konstitusi melalui UUD. Di luar ketiga kesepakatan itu, segala bentuk penyelewengan tidak dibenarkan.

“Untuk menjadikan saling konsensus butuh proses panjang, jadi mahasiswa harus mengkaji ketiga proses itu secara ilmiah, jangan membuat kampus tempat menyelewengkan paham-paham itu,” terang Pakde Karwo.

Menurutnya, negara manapun di dunia ini bila sudah konstitusional, maka segala paham di luar itu tidak dibolehkan. Sehingga kepada siapapun termasuk mahasiswa, Pakde Karwo berpesan agar menyampaikan aspirasi dan pendapatnya secara santun sesuai konstitusi. “Ini negara beradab, basisnya kultural, jadi boleh berpendapat tapi tetap dalam konstitusi,” tegasnya.

Minta Unesa Kembangkan Vokasional

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo meminta Unesa untuk mendukung pengembangan program-program Pemprov Jatim terutama dalam hal pengembangan pendidikan vokasional. Ia meminta Unesa melalui Fakultas Teknik-nya membina SMK yang ada di sekitarnya.

Saat ini di Jatim ada sekitar 1.700 SMK swasta, akan tetapi baru 45 persennya yang sudah terakreditasi baik. “Nanti akan kami kembangkan kerjasama dengan Unesa terkait hal ini, sehingga SMK yang belum baik ini bisa naik standarnya, agar ketika lulus, siswanya bisa mendapat pekerjaan yang layak tak hanya di Jatim tapi juga di luar negeri,” katanya.

Di akhir, Pakde Karwo menyambut baik kedatangan para mahasiswa baru Unesa yang tak hanya dari Jatim, tapi juga dari daerah lain seperti Aceh dan Papua. “Selamat datang kepada semua mahasiswa di provinsi paling aman dan nyaman di Indonesia ini. Anda datang ke tempat yang tepat karena Jatim memiliki satu komiten untuk menjaga NKRI, Pancasila, dan UUD 1945,” pungkasnya.

Pesan Mendagri

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo berpesan empat hal untuk mahasiswa baru Unesa. Pertama, mahasiswa harus mempunyai imajinasi dan mimpi. Melalui imajinasi ini, mahasiswa bisa membangun konsepsi sehingga punya keberanian untuk mewujudkan impian itu. “Persiapkan konsepsi itu di berbagai disiplin ilmu yang kalian pelajari. Bagaimana menggerakkan apa yang menjadi gagasan itu dengan keberanian,” katanya.

Tjahjo mengatakan, kesuksesan dalam menggerakkan gagasan ini terlihat jelas di Jatim. Dimana provinsi ini menjadi satu-satunya provinsi yang sering mendapat penghargaan di tingkat nasional. “Ini karena pemimpin Jatim mampu menggerakkan dan mengkoordinir masyarakat sekecil apapun. Kalian pemimpin masa depan, jadi bagaimana ilmu yang didapat di Unesa bisa dikembangkan ke daerah kalian masing-masing,” pesannya.

Kedua, mewaspadai bahaya narkoba. Menurutnya, setiap hari rata-rata 60 orang meninggal karena narkoba. Untuk itu ia berpesan pada mahasiswa untuk menjaga jangan sampai narkoba masuk lingkungan kampus. Ketiga, mewaspadai bahaya radikalisme dan terorisme. Mahasiswa diminta harus cermat dan pandai bergaul terhadap lingkungan sekitar. Serta jeli melihat bila ada bahaya yang mengancam di sekitar lingkungannya.

Keempat, memiliki komitmen menjaga NKRI dan memegang teguh ideologi bangsa. Komitmen ini harus dipegang teguh sebagai warga negara yang baik. Negara ini, lanjutnya, menjamin kebebasan dan kemerdekaan untuk berpendapat, tapi jangan melanggar konstitusi dan ideologi.

“Mahasiswa jangan hanya berfikir untuk mencari gelar. Luangkan waktu berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dan sekitar termasuk teman-teman dari daerah lain. Kita juga tidak boleh kehilangan jati diri, sehingga harus ikut serta melawan pihak-pihak yang ingin mengganggu NKRI dan ideologi kita,” pesannya.

Acara PKKMB Unesa ini diikuti oleh 5.856 mahasiswa baru dari seluruh daerah di tanah air. Turut hadir dalam acara ini Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Machfud Arifin.(hms)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top