Jawa Timur

Gus Ipul: Keamanan Jadi Penentu Suksesnya Pembangunan di Jatim

Bojonegoro – Keamanan jadi syarat utama yang menentukan sukses tidaknya pembangunan di Provinsi Jawa Timur. Suasana yang aman akan membuat masyarakat untuk hidup rukun berdampingan. 

Demikian  disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Halaqoh Nasional Forum Ulama Ka’bah (FUK) 2017 dengan tema ‘Islam Rohmatan Lil Alamin di tengah Islam Radikal dan Terorisme’ bertempat di Hotel Bonero, Kab. Bojonegoro, Minggu (17/9). 

Ia mengatakan, faktor keamanan lah yang selalu dititipkan dan ditekankan oleh kiai dan ulama kepada pemerintah. Ulama dan kiai berperan penting dalam terciptanya suasana yang aman dan nyaman di daerah. 

Saat ini, lanjut Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan dunia terutama di Indonesia dihadapkan pada permasalahan sosial, hingga kenakalan remaja dan masuknya paham radikalisme. Untuk itu, dibutuhkan peran semua pihak dalam mengatasi maupun menanggulanginya termasuk lingkungan ponpes dalam memberi pengetahuan kepada masyarakat. 

Melihat peran kiai dan ulama dalam menciptakan suasana aman yang berdampak bagi pembangunan di daerah, pemerintah, memberi penghormatan dan penghargaan yang tinggi. 

“Kiai dan ulama di Jatim telah luar biasa ikut menjaga tanah air sekaligus mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Intinya, aqidah penting tapi juga harus cinta tanah air,” terangnya. 

Ia mencontohkan, di beberapa negara seperti Myanmar terdapat suku yang memiliki aqidah tapi tidak punya tanah air. Percuma, punya aqidah tapi tidak punya negara, seperti suku rohingya di Myanmar. 

“Kita sedih, masih ada saudara saudara yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Itulah, pentingnya punya aqidah dan punya tanah air. Sama halnya di Syiria dan Afganistan yang terus menerus mengalami perang saudara hingga hari ini tidak selesai,” tegasnya.

Menurutnya, kiai dan ulama telah menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan banyak cara. Salah satunya melalui ceramah, syair syair yang mengajak ummat untuk menghormati antar sesama. 

Tak hanya itu, sikap toleran, cinta tanah air dan cinta kepada Allah SWT juga terus dilakukan. 

“Saya mengusulkan, kepada pemerintah kiai dan ulama mendapatkan penghargaan dari negara. Mengajak untuk mencintai tanah air dan cinta kepada Allah SWT,” tutupnya. (Hms)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top