Hukrim

Ketika Hacker dan Teroris Berbalik dukung Polri

Jakarta – Sederet pelaku kejahatan mengaku bertobat. Mereka bahkan bersedia direkrut polisi untuk menumpas kejahatan, seperti Haikal, Ali Imron, Frank Lucas, dan Frank Abagnale.

Terhangat, penangkapan SH (19) alias Haikal terkait kasus pembobolan situs penjualan tiket.com. Hacker lulusan SMP ini telah menjebol 4.600 situs online. Polri berniat menggandeng Haikal menjadi anggota Tim Siber dan partner Polri. Perekrutan itu akan dilakukan setelah proses pidana yang menjerat Haikal selesai. “Iya, biar jadi lurus dan bermanfaat bagi bangsa,” ujar Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Idam Wasiadi.

Bahkan PT Global Networking merugi hingga Rp 4 miliar. Haikal menjebol situs tiket.com bersama tiga rekannya: MKU (19), AI (19) dan NTM (27). Haikal belajar meretas situs secara otodidak. Dia berhasil menjebol 4.600 situs, termasuk situs milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga situs milik Polri. 

Sebelum Haikal, ada Ali Imron yang dibon Mabes Polri. Ali Imron merupakan adik kandung teroris terpidana mati Amrozi dan Muklas. Pada 18 September 2003, dia hanya divonis pidana penjara seumur hidup atas keterlibatannya dalam pengeboman di Legian, Kuta, Bali, pada 2002. 
Bom Bali I, yang meledak di Paddy’s Cafe dan Sari Club, menewaskan 202 orang. 

Ali Imron telah dibon Mabes Polri sejak 12 April 2004. Dia dibon untuk kepentingan pengembangan penyidikan terhadap kasus terorisme. Dari mulutnyalah polisi akhirnya bisa menggulung sejumlah tersangka terorisme lainnya di kemudian hari. Ali Imron dibon dalam waktu yang tidak terbatas dan dia dibawa ke mana saja untuk membantu urusan Mabes Polri. Ali Imron juga telah mengaku bertobat, bahkan ia meminta dilibatkan dalam upaya deradikalisasi. 

Tentang dilibatkannya mantan teroris oleh Polri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah memberi usulan kepada Panitia Khusus (Pansus) DPR RI yang membahas revisi Undang-Undang Terorisme. Usulan Tito adalah agar Pansus meminta kesaksian eks narapidana terorisme.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulanangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengungkapkan kehadiran Ali Imron diharapkan dapat memberikan masukan terkait bagaimana cara mengantisipasi aksi teror. Bagi Suhardi, cerita tentang pengalaman Ali Imron yang pernah melakukan aksi teror sangat bermanfaat. Keterangan Ali Imron menjadi pertimbangan anggota Pansus untuk membuat pasal-pasal baru terkait pencegahan dalam poin revisi UU No. 15 Tahun 2003 ini.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan juga berjanji akan mencoba memfasilitasi keinginan Ali Imron untuk dilibatkan dalam upaya deradikalisasi. Menurut Luhut, upaya deradikalisasi merupakan tugas bersama dalam upaya pemerintah merancang pencegahan terorisme. 

Tidak hanya di dalam negeri, pelaku kejahatan di luar negeri pun ada yang direkrut pemerintahnya untuk membantu menumpas kejahatan. Di akhir 1960-an hingga 1970-an, Frank Lucas diketahui mengontrol cincin heroin terbesar di Manhattan. Dia membeli langsung dari koneksinya di Asia dan menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat. Dia memiliki kekayaan jutaan dolar AS saat ditangkap 1975 dan dijatuhi hukuman 70 tahun penjara. Lucas kemudian berbalik arah menjadi informan polisi, menyebutkan puluhan kaki tangan mafia dan polisi korup di New York sebagai ganti 15 tahun penjara. Kisah hidupnya juga ditayangkan menjadi film berjudul ‘American Gangster’.

Selain itu, ada Frank Abagnale. Lahir sebagai anak seorang pemilik bisnis alat tulis. Abagnale memasuki dunia kejahatan dengan skema kartu kredit dan cek. Dia menyamar sebagai profesional kantoran, membuat jejak di luar negeri, dan ditangkap pada usia 21 tahun oleh polisi Prancis. Dia sempat lolos dari pemeriksaan di setiap negara bagian AS dan 26 negara. Sekarang dia bekerja sebagai guru akademi di FBI dan membangun agensinya sendiri, mendidik korporasi dan institusi finansial dan organisasi pemerintah bagaimana cara mendeteksi dan menangani penipuan. Kisah hidupnya menjadi inspirasi film ‘Catch Me If You Can’. 

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top