Hukrim

Miliki Sabu, Sepasang Kekasih Dituntut 8 Tahun Penjara

SURABAYA – Sepasang kekasih Arimbi Sasi Lembayung dan Al Nizar Ryaky Ramadhan, bakal bebas berpacaran di rutan klas I Medaeng. Keduanya dituntut 8 tahun penjara lantaran memiliki narkotika jenis sabu.

“Menuntut hukuman 8 tahun penjara kepada masing-masing terdakwa (Arimbi Sasi Lembayung dan Al Nizar Ryaky Ramadhan),” ujar jaksa penuntut umum Suparlan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (10/10).

Dalam tuntutannya, jaksa Suparlan menjelaskan kedua terdakwa telah terbukti secara sah bersalah atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 0,40 gram. Selain itu, kedua terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memerangi peredaran gelap narkotika.

Selain hukuman badan, jaksa Suparlan juga menuntut kedua terdakwa dengan hukuman denda sebesar Rp 1 miliar.

“Jika tidak bisa membayar denda, maka kedua terdakwa wajib menjalani kurungan selama 3 bulan,” tegasnya.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana memberikan waktu selama 7 hari kepada kedua terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi).

“Kami beri kesempatan kepada kalian untuk membuat pledoi dan dibacakan pada sidang selanjutnya,” kata hakim Anne.

Usai sidang, Fariji, kuasa hukum kedua terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut sebenarnya bukan milik kedua terdakwa.

“Sabu tersebut sebenarnya milik Ismail, tapi Ismail tidak ditangkap oleh polisi,” katanya.

Perlu diketahui, kedua terdakwa ditangkap anggota Polsek Dukuk Pakis di kosnya yang berlokasi di Jalan Amir Hamzah, Surabaya pada 22 Maret lalu. Saat ditangkap, polisi berhasil menyita sabu seberat 0,4 gram dari tangan kedua terdakwa.

Kepada polisi, kedua terdakwa mengaku mendapat barang haram tersebut dari seseorang yang bernama Udin (DPO). Sabu tersebut dibeli kedua terdakwa dengan harga Rp 350 ribu. (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top