Jawa Timur

Notaris Lutfi Afandi Bantah Gelapkan Sertifikat Tanah

Surabaya – Kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan sertifikat yang menjerat Notaris & PPAT Lutfi Afandi mencuat ke publik. Dalam kasus ini, Politisi demokrat tersebut disangkakan pasal 263 KUHP, pasal 266 KUHP pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP.

Kasus ini juga membuat Gerakan masyarakat untuk Satu kedaulatan Rakyat Surabaya (Gema Sakera) dan Aliansi Ormas LSM Jatim (AOM) terpaksa ambil sikap mendesak Kejati Jawa Timur menahan lutfi yang kini tengah berstatus tersangka.

Lutfi Afandi saat dihubungi deliknews.com Selasa (10/10) membantah dirinya menggelapkan sertifikat atau melakukan praktek penipuan kepada klientnya.

“Itu tidak benar, ini ada penjual dan pembeli datang, kemudian saya memberikan tanda terima, lalu ini tidak dapat diproses mereka menjual lahan tetapi hanya separuhnya yang dijual, nah sekarang sertifikat itu dibawah oleh pemilik”Kata Lutfi.

Lalu, kata Lutfi, dimana sisi penggelapan dan penipuannya sementara sertifikat dibawah oleh pemilikinya.

Sejauh ini kata dia, masih terus mengikuti dan menghormati proses hukum yang berlangsung dia juga bahkan menggaet pengacara Surabaya untuk menyelesaikan kasus ini.

“Sekali lagi, yang dibilang penggelapan, penipuan itu tidak benar. Itu orang (pemilik-red) hanya sakit hati saja, kasus ini kata Lutfi terjadi pada 2013 dan lahannya berada di kebang, Candi Sidoarjo” Jelas Lutfi.

(gn)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top