Energi

Sinyal produksi dipotong, Harga Minyak Naik

Newyork – Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memberi sinyal kemungkinan perpanjangan periode pemotongan produksi.

Xinhua melaporkan, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 0,29 dolar AS menjadi menetap di 49,58 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 0,17 dolar AS menjadi ditutup pada 55,79 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Media melaporkan, Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pada Minggu (8/10) bahwa konsultasi sedang dilakukan untuk perpanjangan kesepakatan di luar Maret 2018 dan lebih banyak negara-negara penghasil minyak dapat bergabung dalam pakta tersebut, mungkin pada pertemuan bulan depan.

Dia juga menyebutkan para anggota OPEC dan produsen minyak lainnya mungkin harus melakukan beberapa langkah luar biasa untuk memastikan pasar seimbang dalam jangka panjang.

Sebelumnya pada Kamis lalu (5/10) harga minyak berbalik naik dengan kuat, setelah Raja Saudi Salman dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow membahas perluasan partisipasi Rusia dalam sebuah kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak mentah global.

Namun pada Jumat (6/10), Rusia mengklarifikasi komentar di pasar minyak yang dibuat oleh Putin sebelumnya, dengan mengatakan bahwa dia tidak mengusulkan untuk memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi minyak global, tetapi mengatakan bahwa dia mengetahui bahwa itu adalah sebuah kemungkinan, menurut Reuters.

Sementara itu, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS juga turun dua rig menjadi total 748 rig pada pekan lalu, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya pada Jumat (6/10).

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top