Hukrim

Dirut BPR Surya Artha Utama Terancam Dipolisikan

SURABAYA – Heboh penahanan agunan kredit milik Rukiyah oleh Bank Perkredian Rakyat (BPR) Surya Artha Utama (SAU) sejak Desember 2013 silam, masuk babak baru.

Belum terjawab soal pertanyaan bagaimana nasib 2 Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dijadikan jaminan kredit tersebut sekarang ini berada,? Kali ini beredar kabar rencana Rukiyah menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penggelapan tersebut kepada pihak yang berwajib.

Berdasarkan pernyataan resmi yang diterima deliknews.com, Rukiyah disebut-sebut menggandeng Lembaga Perlindungan Konsumen Dharma Nusantara (LPK-DN) berencana mempidanakan Dirut Bank SUA

“Dirut BPR Surya Artha Utama akan kita laporkan ke polisi, dia terancam pasal 374 KUHP. Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu. Ancamannya pidana penjara paling lama lima tahun.” kata Tugianto SH kabid hukum dan advokasi LPK-DN mewakili Rukiyah, Rabu (11/10).

Ditemui deliknews.com di Pengadilan Negeri Surabaya, Tugianto menerangkan, sebelum membawa permasalahan ini ke jalur hukum, pihaknya sudah berupaya menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, dengan memberikan surat somasi. Namun, sangat disayangkan upaya itu, gagal dikarenakan somasi tersebut tidak mendapatkan respon positif dari pihak Bank.

“Namun siapa sangka kalau kenyataannya mereka tidak menggubris somasi yang kita layangkan, saya sangat kesal dengan perilaku tak bertanggung jawab seperti itu. Dirut BPR SAU adalah orang yang bertanggung jawab atas kasus ini,” terangnya.

Rokiyah, salah seorang nasabah BPR SAU merasa sangat dirugikan. Saat dia melunasi hutang-hutangnya di Bank milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak Desember 2013, ternyata pihak bank tetap menahan jaminan surat bukti kepemilikikan kendaraan bermotor (BPKB) miliknya.

Rokiyah melakukan pinjaman ke BPR SAU sebesar Rp 20.000.000 pada 2011 dengan jaminan  dua Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) sepeda motor Honda Supra NF 125S tahun 2005 dan Suzuki Smash FK 110 SCGKG tahun 2008.

Dengan pinjaman sebesar itu, Ia membayar secara rutin ke bank sebesar Rp 1.037.500 per bulan. Dan setelah dua tahun berjalan pinjamannya lunas. Namun saat BPKB diambil ternyata tidak ada. Pemilik rekening 01.21.00 3873 ini melunasi sisa hutangnya sejak Desember 2013. (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top