Hukrim

Perdamaian Tomy Han Versus dr Aucky Hinting Dipaksakan

SURABAYA – Sidang gugatan wanprestasi atas lepas tangannya dr Aucky Hinting PhD,Sp, And yang menjanjikan pasiennya, pasangan suami istri Tomy Han dan Evelyn Soputra mendapatkan bayi laki-laki melalui proses bayi tabung, masuk agenda keterangan saksi.

Pada sidang kali ini dari pihak tergugat menghadirkan saksi fakta, yakni Ir Benyamin Tungga seseorang pengacara yang menjadi perancang perdamaian antara Tomy Han dan dr Aucky Hinting.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Jihad Arkhaudin, saksi mengaku ditunjuk oleh dr Aucky Hinting untuk meloby Tomy Han dan Evelyn Soputra agar tidak memperpanjang masalah, terkait gagalnya sang pasien mendapatkan bayi laki-laki pada proses bayi tabung di Klinik Ferina.

“Saya berikan 100 juta sesuai dengan kesepakatan,” kata saksi Benyamin pada persidangan, Rabu (11/10).

Mendengar keterangan itu, Eduard Rudy Suharto selaku kuasa hukum penggugat langsung menyoal kapasitas saksi sebagai mediator yang dianggap tak punya nurani memberikan dana ‘tutup mulut’ tersebut. Mengingat uang damai dan surat pernyataan itu ditanda tangani saat pasien dalam kondisi persalinan.

“Karena itu sudah kesepakatan dan saya tidak tau kalau pasien dalam proses persalinan,” kata Benyamin.

Tak hanya itu, dalam persidangan juga terungkap, jika kesepakatan  perdamain itu dilakukan sepihak dan dibuat oleh saksi Benyamin atas petunjuk dan konsultasi dari Dr Aucky dan dr Hendro.

“Saat itu sempat beberapakali ada perubahan draft pernyataan perdamaian,” sambung Benyamin menjawab pertanyaan kuasa hukum penggugat.

Saksi Benyamin terlihat gelagapan saat mendapatkan pertanyaan dari Eduard Rudy, yang menyebut Dr Aucky Hinting tidak pernah menjanjikan bayi laki-laki. Tapi saksi membenarkan adanya kuitasi pembayaran bertuliskan kromosom.

“Saya hanya lihat sekilas saja, tidak tau itu kromosom atau embrio, saya tidak paham,” jawab saksi Benyamin.

Namun anehnya, saksi fakta yang dihadirkan tergugat ini juga tidak mengetahui, jika uang damai sebesar Rp 100 juta tersebut sudah dikembalikan langsung ke Dr Aucky Hinting. Dia juga tidak tau, jika surat kesepakatan yang dibuat sepihak itu sudah dicabut oleh penggugat.

“Saya tidak tau itu,” kata Benyamin.

Terpisah, Eduard Rudy Suharto selaku kuasa hukum penggugat menyambut positip keterangan saksi fakta yang diajukan tergugat. Menurutnya, keterangan saksi Benyamin justru menguntungkan gugatannya.

“Kan sudah jelas terungkap kalau Perdamian itu dilakukan sepihak, keterangan saksi yang dihadirkan tergugat justru menguntungkan kami, terlebih yang menunjuk mediator bukanlah penggugat tapi tergugat, ” ucap Eduard Rudy usai persidangan.

Ketua DPC KAI Surabaya ini menerangkan, uang damai Rp 100 juta yang diberikan Dr Aucky Hinting ke Tomy Han melalui saksi Benyamin dianggap sebagai uang pengakuan ‘dosa’ Dr Aucky Hinting lantaran gagal atas janjinya pada penggugat.

“Untuk apa uang Rp 100 juta itu diberikan, kalau bukan untuk bungkam mulut korban dan merasa bersalah. Dengan diakui pengembalian uang tersebut maka semakin menunjukkan bahwa Tommy belum mendapat ganti rugi, ” kata Eduard Rudy.

Dijelaskan Eduard Rudy, kliennya terpaksa menandatangani kesepakatan damai lantaran adanya rasa ketakutan karena adanya ancaman dari meditor.

“Saksi mediator memaksa menandatangani surat pernyataan, jam 22 malam, saat Evelyn masuk Rumah Sakit, dengan menyerahkan uang tunai di pinggir jalan. Dan Tomy merasa ditekan, karena ketakutan dibawa naik mobil Terios Sillver, dipaksa terima dan bila tidak terima saksi mediator bilang ke Tomy kalau akan ada air bah, bila Tomy tidak menerima uang damai itu,” jelas Eduard Rudy.

Untuk diketahui, gugatan wanprestasi dilakukan Tomy Han dan Evelyn Soputra (pasutri) lantaran gagal mendapatkan bayi laki-laki dari proses bayi tabung diklinik Ferina, milik Dr Aucky Hinting.

Setelah berkonsultasi dengan Dr Aucky, Tommy Han dan Evelyn Soputra disarankan untuk mengikuti program bayi tabung ala Dr Aucky, dengan membayar Rp 47.680.000.

Pada 28 November 2015, Dr Aucky mulai melakukan proses bayi tabung, dengan mengambil preimplantaion embrio normal. Proses pembenihan pun berhasil, Evelyn dinyatakan positif hamil pada 8 Desember 2015.

Namun, pada usia kehamilan 5 bulan, keinginan Tomy Han dan Evelyn untuk mendapatkan bayi berkelamin laki-laki melalui proses bayi tabung kandas. Ternyata, bayi yang dikandung Evelyn berkelamin perempuan. Begitu diketahui kalau perempuan. Ternyata Dokter Aucky Hinting, seperti lepas tangan.  (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top