Jawa Timur

Rancang APBD 2018, Gubernur Fokus di Tiga Isu

Surabaya – Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 fokus pada tiga isu, yakni masalah kemiskinan, SDM dan ketiga meningkatkan nilai tambah bidang agro dan maritim.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo yang akrap disapa Pakde Karwo saat menjawab pertanyaan wartawan usai acara sidang paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 72 Provinsi Jawa Timur yang ke 72 di Gedung DPRD Jatim Jl. Indrapura Surabaya, Senin (12/10) siang.

Alasan fokus pada tiga masalah tersebut, ujar Pakde Karwo, karena meski sudah menurun, kemiskinan masih menjadi masalah yang krusial dan perlu segera diselesaikan. Begitu juga dengan masalah SDM, karena kualitas SDM menjadi penentu di masa depan. Jadi harus lebih serius dalam menanganinya.

Jawa Timur, pada tahun 2019, memiliki bonus demografi yang sangat besar dengan usia produktif mencapai 69,59 persen. Sedangkan di tingkat nasional, bonus demografi baru terjadi tahun 2025. Karena itu, masalah SDM harus ditangani dengan serius dan sungguh-sungguh. Karena membangun SDM merupakan masalah yang urgen. Jadi harus terkonstruksi dalam kebijakan dan strategi yang memiliki prioritas serta fokus dengan kerangka waktu dan sumberdaya yang terstruktur.

Sedang untuk masalah peningkatan nilai tambah agro dan maritim, Pemprov. Jatim sudah menyiapkan 13 Gapoktan sebagai pelaksana pilot project di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Jombang, Mojokerto dan Nganjuk. Masing-masing Gapoktan memiliki luas lahan rata- rata 210 hektar. Mereka, kata Pakde Karwo tidak disubsidi pupuk tapi diberi pinjaman dengan bunga murah 6 %. Dana itu untuk beli mesin perontok (MRU) dan mesin pengering serta mesin pengemas. Jadi gabah tidak perlu dijemur di panas matahari, tapi dimasukkan mesin pengering terus digiling dan dipackaging. 

“Nilai jualnya lebih baik karena hasilnya lebih bagus,” jelasnya.

Untuk subsidi pupuk, Pemprov. Jatim mengelluarkan dana sebesar 6,6 triliun. Termasuk dengan ongkos produksi (mulai sewa lahan dan ongkos pekerja). Setelah panen petani hanya bisa menjadi untung sebesar 26 %. Tapi kalau diberikan pinjaman murah dan dalam dua tahun lunas petani bisa mendapatkan keuntungan sebesar 66,3 %.

13 gapoktan tersebut, terdiri dari 10 Gapoktan padi, yang tiga adalah Gapoktan Kopi dan Kakao. Kalau Gapoktan Kopi dan Kakao keuntungannya lebih besar yakni sekitar 193 %. Karena kopi dan kakau tidak dijual glondong melainkan dijadikan bubuk kopi dan bubuk coklat, dan proses penggilingannya ( industrinya) langsung dilakukan oleh petani dan tidak dibawa keluar.

Untuk pinjaman modal ini, sementara Pemprov. Jatim menyediakan dana sebesar Rp 100 milyar di bank Jatim. Uang tersebut tidak langsung diberikan ke petani melainkan managemennya diberikan ke BRI Desa.” Jadi, yang menangani keuangan atau managemen keuangan pinjamannya BRI Desa,” tegas pakde Karwo.

Ketua DPRD dengan Didampingi Gubernur Serahkan Penghargaan

Sebelumnya, seusai acara Sidang Paripurna Istimewa DPRD, Ketua DPRD dengan didampingi Gubernur Jatim menyerahkan piala dan penghargaan bagi pemenang lomba tingkat provinsi, nasional dan internasional.

Penghargaan yang diserahkan diantaranya juara I Lomba Scientist 2017 di Jerman; Juara I Lomba Kelompok Tani Ternak Kab. Bojonegoro; Juara I kelompok tani Managemen Usaha Ternak Gunung Kawi Pasuruan , dan Juara I Lomba matematika di China Bulan mei 2017 serta Juara II lomba Science Project Olympiad di Rumania.

Ikut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jatim, Forpimda dan para Kepala OPD Prov. Jatim. Nampak hadir juga tamu dari Prov. Bali, Jabar dan DKI serta Bupati di wilayah Gerbangkertosusilo dan ketua DPRD se Jatim. (Hms)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top