Hukrim

Kejari Tahan Tersangka Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya

SURABAYA – Kejaksaan Negeri Surabaya tetap melakukan penahanan terhadap Heri dan Sugeng, direktur dan wakil direktur Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya yang terindikasi melakukan korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya tahun anggaran 2014.

Keduanya ditahan oleh penyidik pidana khusus Kejari Surabaya hingga 20 hari kedepan, kendati telah mengembalikan kerugian negara senilai Rp 198 juta.

Dari pantauan deliknews, Heri dan Sugeng ditahan usai penyidik menetapkannya sebagai tersangka. Mereka menjalani pemeriksaan yang cukup lama. Sekira pukul 16.05 WIB, Keduanya diturunkan dari gedung Pidsus menuju mobil tahanan dengan menggunakan rompi tahanan.

“H dan S, tersangka korupsi dana hibah tahun 2014 ini kami tahan selama 20 hari kedepan,” kata Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi, Jum’at (13/10) sore.

Dijelaskan Didik, Kerugian keuangan negara yang telah dikembalikan kedua tersangka tidak akan menghentikan kasus ini

“Sesuai pasal 4 UU Tipikor, pengembalian kerugian tidak menghapus pidana,” sambung jaksa asal Bojonegoro ini.

Lantas bagaimana modus penyelewengan dana hibah tersebut? Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, menceritakan, pada 2014, KUB Cahaya mengajukan proposal ke Pemkot Surabaya untuk pengadaan mesin percetakan sebesar Rp 198 juta. Dana tersebut dicairkan sesuai dengan proposal yang diajukan.

Namun, ternyata harga mesin percetakan itu tak sesuai dengan dana yang dicairkan. Harga mesin tersebut hanya Rp 178 juta yang dibeli KUB Cahaya dari Paijo, pedagang mesin percetakan. Sedangkan sisa uang sebesar Rp 26 juta itu dibagi-bagikan ke pengurus KUB Cahaya, yang masing-masing orang mendapat Rp 2 juta. (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top