komputer
Maluku Utara

Relokasi Pedagang Diduga Jadi Lahan Suap Oknum Dinas di Ternate

Ternate – Pemindahan pedagang di Pasar Kota Ternate, diduga menjadi lahan Uang Suap, atau Gratifikasi buat oknum Dinas terkait.

Sumber deliknews.com, Jum’at (13/10) menyebut, Dinas Pasar lebih banyak berperan sebagai dalang transaksi penyuapan.

Belum lama ini Dinas Pasar disatukan hingga tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan, lalu dipimpin Nuryadin Rahman, sebelumnya Nuryadin, Kepala Dinas Pasar Kota Ternate.

“Selain mereka, ada juga oknum dinas Koperasi dan UKM,” ungkap sumber, yang sengaja tidak ditulis namanya. Rekaman pengungkapan kasus tersebut, tersimpan di redaksi perwakilan media ini.

Yunirja (bukan nama sebenarnya), wanita janda muda pedagang pakaian, kini dalam penantian ganti rugi dari kesepakatan tertutup oleh oknum pejabat Dinas Pasar dan oknum pegawai Dinas Koperasi – UKM.

Terungkap jumlah Suap hingga Rp 125 juta uang Yunirja ludes, untuk mendapatkan 1 ruangan di gedung pasar yang dikelola KSU Makugawene, yakni suatu badan usaha koperasi yang didalangi kebanyakan PNS Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate.

“Saya juga heran, Ibu Yunirja melalui temanya, kasi uang ke oknum Dinas Koperasi dan UKM. Begitu ada masalah, justru oknum pejabat Dinas Pasar, ada pertemuan dan bersepakat, kemudian berjanji, ada ruangan pengganti untuk Yunirja,” kisah sumber.

Imbuhnya, gedung pasar gamalama baru 2, yang sedang dibangun di samping kiri terminal kendaraan angkutan kota, atau di belakang Toko Makmur Utama, sudah terisi dengan sederet nama – nama penghuni.

“Dilantai satu sudah penuh dengan siapa yang akan menempati. Sekitar 20 unit ruangan di sana, untung-untungan masi ada dua, atau 3 bilik tersisa karena belum ada yang sanggub memberi uang sogok ratusan juta Rupiah,” kata Sumber.

Bila ini diperkarakan, tambahnya, memang tak ada bukti transaksi suap, tapi ada saksi hidup.

Kesempatan itu, sumber menyebut ada dua orang bukan PNS, namun sekian lama ini selaku Pemeran Pembantu Utama dalam Skenario Skandal Suap, berinisial HW dan IW, selaku pedagang pakaian di Pusat kota Ternate.

“Sudah menjadi rahasia umum, kalau ada relokasi, pasti ada penyuapan,” katanya, sembari mengenang juga proses penempatan PKL ke gedung Pasar Percontohan.

Dia menyebut seolah ada Tender Penujukan bagi siapa yang akan menempati ruangan baru, karena ada uang suap Seratus Juta Rupiah, hingga lebih dari itu.

Hingga berita ini di Tulis, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kota Ternate, Nuryadin Rahman, belum memberi tanggapan, setelah dikontak via Messenger.   (Tox)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top