Hukrim

Jual Sapi Perah Bantuan Pemerintah, 16 Peternak Ditahan

SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menahan 16 tersangka dugaan  korupsi dana bantuan sapi perah untuk kelompok Pacitan Agromilk.

Ke 16 tersangka yang ditahan adalah, Efendi, Ari Triwibowo, Mohammad Asmuni, Sutrisno, Wily Taufan, Ali Arifin, Susilo Sukardi, Kardoyo, Suramto, Supriyadi, Sugiyanto, Gatot Sunyoto, Sartono, Suwarno, Setyadi, dan Endro Sukmono.

Didik Farkhan Alisyahdi, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim mengatakan, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan sebanyak 16 tersangka.

“Setelah ditetapkan tersangka, 16 tersangka langsung kami tahan, Mereka saat ini semua ditahan di Rutan Medaeng,” jelasnya.

Ia menjelaskan, melalui Bank Jatim cabang Pacitan dua kelompok Pacitan Agromilk mendapat bantuan berupa sapi perah sebanyak 235 ekor sapi senilai Rp 3,9 miliar. Sementara kelompok Pacitan Agromilk II mendapat bantuan sapi perah sebanyak 80 ekor senilai Rp 1,3 miliar. Bantuan tersebut dicairkan melalui program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

“Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa kedua kelompok ini dibentuk ketika ada bantuan KUPS,” terang Didik.

Kasus ini bermula ketika pemerintah meluncurkan program usaha pembibitan melalui KUPS melalui Bank Jatim pada 2010. Dengan adanya program KUPS tersebut, akhirnya para tersangka membentuk kelompok ternak. Mereka membentuk Pacitan Agromilk yang diketuai Efendi, Ari Triwibowo (sekretaris), Mochammad Asmuni (bendahara), dan Kardoyo, Sutrisno, Ali Arifin, Susilo Sukardi, Wily Taufan (anggota).

Sedangkan kelompok ternak kedua membentuk Pacitan Agromilk II yang diketuai Suramto, Supriyadi (sekretaris), Eko Budi Satriyo (bendahara), dan Gatot Sunyoto, Basuki Rakhmat, Endro Sukmono, Sugiyanto, Setiadi, Suwarno dan Sartono (anggota).

Namun karena mereka adalah kelompok ternak baru, maka kedua kelompok ternak tersebut tidak terdaftar di Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan.

“Meskipun begitu mereka tetap mengajukan kredit masing-masing, Agromilk mendapat Rp 3,9 miliar, sedangkan Agromilk II mendapat Rp 1,3 miliar,” beber Didik.

Penggunaan kredit tersebut diantaranya untuk pembelian sapi, biaya kandang, pakan, obat-obatan, inseminasi dan pemasangan chip. Khusus untuk pembelian sapi dana dibayarkan langsung oleh pihak Bank Jatim kepada perusahaan penyedia sapi yang telah ditunjuk kelompok.

Setelah mendapat kredit dan mendapatkan sapi, ternyata para tersangka tidak memiliki pengalaman memelihara sapi.

“Akibatnya sapi tidak dipelihara dengan baik. Dengan alasan ada yang sakit dan beberapa yang mati, akhirnya para peternak menjual semua sapi tersebut tanpa mengganti sesuai yang dipersyaratan dalam kredit,” katanya.

Didik menambahkan, hanya dua peternak yaitu Eko Budi Satrio dan Basuki Rakhmat yang membayar kembali senilai sapi yang dijualnya.

“Sehingga kami memutuskan bahwa Eko Budi Satrio dan Basuki Rakhmat tidak turut dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini,” pungkasnya.   (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top