Bangka Belitung

Masyarakat Bangka Belitung Sangat Menghormati Ulama

Pangkalpinang — Terkait adanya penolakan terhadap kedatangan Ustadz Felix Siauw ke Belitung, Senin kemarin, 13/11, mendapatkan respons yang beragam dari berbagai tokoh masyarakat di Provinsi Babel.

Umumnya mereka menyayangkan penolakan tersebut. Dan menurut mereka, dapat menjadi preseden kurang baik pada keharmonisan yang sudah terjalin selama ini.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady mengatakan, bahwa masyarakat Babel sudah dikenal lekat dengan budaya melayu, oleh sebab itu pernyataan tersebut dianggapnya kurang etis. ” Harus diingat, belum pernah ada sejarahnya masyarakat Babel menolak kedatangan seorang dai ataupun ustadz di Bumi Serumpun Sebalai ini, ” ucapnya, Selasa, 14/11, lewat aplikasi pesan instant messenger.

Kemudian lanjut Rio, bahkan seorang artis saja kedatangannya bisa diterima, apalagi seorang dai atau mubaligh. Maka sangat disayangkan pernyataan dari oknum yang mengatasnamakan Ormas dan organisasi mahasiswa tersebut. ” Jika ada dari isi ceramah yang dianggap melanggar UU atau norma kearifan lokal, baru kita proses ke aparat berwajib, ” tambahnya lagi.

Rio juga mengharapkan, agar Provinsi Babel, jangan ikut-ikutan daerah lain yang represif terhadap acara pengajian. Babel sudah sangat kondusif, jangan bikin gaduh dengan statement seperti itu.

” Sebagai seorang muslim saya merasa tersinggung dengan statement berbau ancaman dari oknum tersebut. Ulama adalah pewaris nabi, tak elok jika diperlakukan seperti itu,” tambahnya.

Senada dengan Rio Setiady, reaksi dan statement berbau protes juga disampaikan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur, Sumarno, yang mengirimkan konfirmasi media melalui percakapan whatsapp.

Menurutnya, tujuan beliau (Ust. Felix S–red) datang, adalah untuk menyampaikan tausiyah, yang tentunya sangatlah bermanfaat untuk menambah ilmu, bagi masyarakat muslim di Belitung. ” Intinya, kami sangat menyayangkan atas penolakan terhadap kedatangan/ceramah ust. Felix di Belitung, apalagi masyarakat Belitung sangatlah santun dan hormat pada ulama,” katanya, Selasa, 14/11.

Sumarno juga berharap, agar berbagai komponen di masyarakat yang ada di Babel, harus lebih bijak lagi dalam melangkah, utamakan diskusi agar umat tidak bingung melihat perbedaan faham tersebut. ” Karena tentunya yang disampaikan beliau dalam tausiyahnya, pasti mengajak kepada kebaikan, ” pungkas Sumarno. (LH)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top