Kepulauan Nias

Sekjend Kementerian Kesehatan RI.Kunker Dikabupaten Nias

Nias—Sekretaris Jenderal kementerian Kesehatan RI dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes bersama rombongan, kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Nias (Sumut), Selasa (14/11/2017) disambut oleh Bupati Nias Drs. Sokhi’atulo laoli, MM, Wabup Nias,kepala dinas dan kepala kantor terkait lingkup Pemkab Nias, Direktur RSUD Gunungsitoli, Dewan pengawas RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, serta kepala BPJS Kesehatan cabang Gunungsitoli dan undangan lainnya

Dalam sambutannya Bupati Nias mengucapkan selamat datang kepada Sekjend Kementerian Kesehatan RI bersama rombongan atas kehadirannya untukmengikuti pertemuan dalam rangka kunjungan kerja dan pembinaan wilayah Sekretaris Jenderal Kementerian kesehatan RI khususnya di RSUD Gunungsitoli kabupaten Nias

Sokhi’atulo dikesempatan itu, memaparkan sekilas kondisi kesehatan di Kabupaten Nias, bahwa masih dihadapkan pada masalah-masalah mendasar serta permasalahan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang optimal, antara lain derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah, tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular seperti penyakit malaria, demam berdarah, rabies, penyakit diabetes tekanan darah tinggi dan HIV/AIDS

Bahkan Keadaan tenaga kesehatan saat ini, masih ada 5 (lima) Puskesmas yang tidak ada dokter disamping beberapa jenis tenaga kesehatan lainnya seperti analisis, gizi, sanitarian dan tenaga farmasi, dimana hampir 60 % tidak tersedia di Puskesmas

Sementara di RSUD Gunungsitoli kabupaten Nias, masih dibututuhkan beberapa jenis dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terlebih-lebih pasca ditetapkan sebagai RS rujukan se kepulauan Nias oleh Menkes RI dan Gubernur Sumatera utara yang melayani 5 kabupaten/Kota se kepulauan Nias dengan jumlah penduduk ± 806.213 jiwa. Ujar Sokhi’atulo

Dijelaskan Dia, bahwa dibidang pembiayaan kesehatan, maka Pemerintah daerah Kabupaten Nias tetap komitmen menyediakan anggaran minimal sebesar 10 % dari anggaran belanja APBD setiap tahun anggaran untuk bidang kesehatan, namun besaran anggaran tentu disesuaikan dengan pagu aanggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah pusat

Pemerintah Kabupaten Nias juga menyelenggarakan program jamkesmas, untuk memberikan jaminan bagi penduduk yang belum tercover melalui PBI pusat dan PBI Provinsi Sumut khususnya masyarakat miskin dan tidak mampu

Untuk tahun anggaran 2017 telah dianggarkan sebesar Rp 8 Milyar untuk membayar iuran peserta program jamkesmas yang telah integrasi dengan BPJS kesehatan sejak tanggal 1 Mei 2017 yang lalu hingga saat ini

Lebih lanjut Sokhi’atulo menjelaskan, “ dari 155.043 jiwa penduduk kabupaten Nias, yang telah memiliki jaminan kesehatan sebanyak 132.675 jiwa (85,57 %) dan yang belum sebanyak 22.368 jiwa (14,43 %) dan yang dibiayai melalui program jamkesmas Kabupaten Nias sebanyak 23.885 jiwa (18 %)”

Pemerintah Kabupaten Nias juga berkomitmen untuk memenuhi akreditasi baik RSUD maupun Puskesmas, khusus RSUD Gunungsitoli telah terlaksana survey akreditasi rumah sakit versi 2012 oleh Tim KARS pada tanggal 7 s/d 9 November 2017 yang lalu, sehingga diharapkan RSUD Gunungsitoli dapat terakreditasi Paripurna, untuk Puskesmas pendampingan telah dimulai untuk tahun ini dan pada tahun 2018 direncanakan dilaksanakan survey pada 7 (tujuh) Puskesmas dan target pada tahun 2019 dapat tercapai 1 puskesmas terakreditasi setiap kecamatan sesuai dengan roadmap yang telah disusun. Ucap Sokhi’atulo

Ia juga memberitahu, bahwa untuk pelayanan kesehatan rujukan pada tahun 2017 ini telah dialokasikan DAK penugasan sebesar Rp. 42.268.561.000,- meningkat menjadi Rp. 53.406.208.000,- pada tahun 2018

Untuk pelayanan kesehatan dasar, pada tahun 2017 alokasi DAK sebesar Rp. 29.366.556.000,- meningkat menjadi Rp. 45.207.144.000,- pada tahun 2018, terdiri dari DAK fisik sebesar Rp.33.588.984.000,- dan DAK Non fisik sebesar Rp. 11.618.160.000,-, anggaran tersebut digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana RSUD Gunungsitoli, Puskesmas, pelayanan persalinan serta dukungan operasional upaya kesehatan dalam mendukung program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) dan pnecpaian SPM bidang kesehatan di Kabupaten Nias

Selanjutnya, untuk memenuhi tenaga kesehatan, maka Kementerian kesehatan telah menempatkan tenaga kesehatan melalui Program WKDS (Wajib Kerja Dokter Spesialis ) sebanyak 2 orang di RSUD Gunungsitoli; Tim Nusantara Sehat di 5 (lima) puskesmas sebanyak 29 orang; dan 5 (lima) orang dokter umum melalui Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), saat ini Pemerintah daerah sedang menyiapkan konsep Prda tentang pengangkatan tenaga kesehatan daerah

Diharapkan pada tahun 2018 dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD dan Puskesmas dimasa yang akan datang, serta berharap agar kementerian kesehatan RI tetap mengalokasikan DAK serta menempatkan tenaga kesehatan di kabupaten/Kota se kepulauan Nias melalui program secara berkelanjutan. Harap Sokhi’atulo

Pada kesempatan itu juga, Bupati Nias memakaikan baju kebesaran adat Nias kepada Sekretaris Jenderal kementerian Kesehatan RI dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes

Adapun para rombongan yang ikut pada Kunker tersebut antara lain : drg.Usman Sumantri, M.Sc ( Kepala Badan PPSDM kesehatan ); dr. Tri Hesty Widyastuti, Sp.Mata, MPH (Direktur Yankes Rujukan); dr. Eka Viora, Spo Kj (Direktur Mutu dan Akreditasi); Drs. Setyo Budi Hartono, MM (Kepala Biro Keuangan); Sundoyo, SH, MKM, M.Hum (Kepala Biro Hukum); dr.Kalsum Komaryani, MPPM Kesehatan (Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Drs. Agustama Apt, M.kes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut); dr.Zamaan tarigan, M.kes (Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan) dan dari badan pengawas RS (BPRS) provinsi sumut. (Trh)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top