Bangka Belitung

Ario : ” Sah-sah Saja Sebagai Sarana Menyampaikan Pendapat “

PANGKALPINANG – Literasi media dewasa ini sedang berkembang, dengan segala pernak-perniknya.

Dan pada akhirnya, dengan tsunami informasi yang ada, masyarakat akan terseret arus untuk ikut mengakses dialog, melalui ruang publik atau medsos.

Begitu juga halnya dengan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang belakangan ini, justru lebih banyak melaporkan kasus berbagai tindak pidana atau kasus kehilangan di media sosial (Medsos), seperti facebook.

Dalam temuan beberapa kasus, yang seharusnya di posting dilaman atau page resmi aparat hukum. Namun anehnya malah diposting di wall page Facebook, khusus jual beli.

Bisa diambil contoh misalnya, salah satu akun atas nama Eko Farulrozy. Pria ini memposting kejadian orang hilang yang terjadi di Kecamatan Merawang kabupaten Bangka.

Dalam postingan itu Eko melaporkan orang hilang di forum jual beli bangka belitung atau FJBB.

Dan, berikut postingan Eko di FJBB.

” Maaf melenceng admin, mohon maaf bantuan saudara-saudara,” tulis Eko.
Telah kabur dari rumah: Nama: Romlah, Umur:20 tahun, Alamat: Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang beserta anaknya Desi 5 tahun. Apabilah ada Saudara-saudara yang tau dan melihat keberadaan orang ini, dapat menghubungi Saudara Musliman,” kata Eko, Senin malam, 13/11.

Dari postingan itu, sempat beberapa pengguna facebook yang ikut berkomentar, dan menyatakan hal-hal yang seharusnya dapat ditindaklanjuti oleh aparat Kepolisian.

Terkait hal ini, salah satu praktisi media sosial di Provinsi Bangka Belitung, Ario Gugun Rangger- yang dihubungi redaksi deliknews- mengatakan, bahwa pada prinsipnya hal tersebut adalah sah-sah saja dan dapat dilihat sebagai ekses positif dari makin berkembangnya teknologi informasi, dimana hampir di seluruh masyarakat negeri ini sudah familiar dengan gawai pintar.

” Ya sebenarnya harus dilihat positif aja ya bro, sebagai sarana komunikasi di masyarakat dalam menyampaikan opini atau kasus yang dianggap mereka dapat lebih cepat di respon jika diposting di ruang publik,” katanya, Rabu, 14/11.

Kemudian lanjut Ario, menyikapi hal tersebut, masyarakat juga dihimbau agar selalu memposting hal-hal yang memang benar-benar fakta, dan jangan ke arah unsur SARA misalnya. ” Sepanjang mereka uplot ke FB atau medsos lainnya untuk meminta perhatian, bantuan atau hal yang memang penting, ya bagus- bagus aja bro, ” tandas Ario. (LH)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top